3. Tidak menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar
Jangan pakai satu CV untuk semua lowongan. Sesuaikan isi CV dengan job description, termasuk skill dan pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang dituju.
4. Mencantumkan data pribadi berlebihan
Tinggi badan, berat badan, status pernikahan, bahkan agama — itu udah nggak perlu lagi kecuali diminta khusus. Yang penting: nomor aktif dan email profesional.
5. Tidak menuliskan skill dengan jelas
Skill harus konkret. Misalnya bukan cuma “bisa Excel”, tapi “Microsoft Excel (Pivot, VLOOKUP)”. Atau bukan cuma “bisa desain”, tapi “Adobe Photoshop & Figma”.
6. Tidak menyertakan pencapaian konkret
Hindari cuma nulis jobdesk. Tulis pencapaian dengan data, contohnya: “Berhasil meningkatkan penjualan 30% dalam 6 bulan”. Angka bikin CV lebih meyakinkan.