Pembangunannya didukung penuh oleh pemerintah daerah dan tokoh-tokoh budaya Sunda. Hasilnya, sebuah monumen setinggi kurang lebih 25 meter berdiri gagah, dengan patung kujang besar berlapis baja tahan karat di puncaknya. Dari jauh, kujang ini terlihat berkilau dan jadi titik fokus yang nggak mungkin dilewatkan.
Makna Filosofis di Balik Tugu
Kenapa kujang yang dipilih? Karena kujang adalah senjata yang melambangkan keberanian, kecerdasan, sekaligus kesucian. Bentuknya yang khas juga dianggap sebagai gambaran kepribadian orang Sunda: tegas, tajam, tapi tetap punya nilai keindahan. Tingginya tugu melambangkan cita-cita tinggi masyarakat Bogor untuk terus maju, tanpa melupakan akar budayanya.
Tugu ini bukan cuma sekadar hiasan jalan. Ia jadi pengingat bahwa modernisasi nggak boleh bikin orang lupa sama tradisi. Di tengah gedung-gedung baru, mall, dan hiruk pikuk kendaraan, Tugu Kujang tetap berdiri sebagai saksi bisu perjalanan waktu.
Tugu Kujang di Mata Wisatawan
Buat wisatawan, Tugu Kujang jadi semacam “penanda resmi” kalau mereka udah sampai di pusat Bogor. Banyak yang sengaja berhenti untuk foto-foto dengan latar belakang tugu, terutama di malam hari ketika lampu sorot membuatnya semakin gagah. Bahkan, banyak travel vlog tentang Bogor yang hampir selalu menyertakan potret Tugu Kujang di dalamnya.