Eventbogor.com – Megathrust adalah istilah buat gempa bumi besar yang biasanya terjadi di zona subduksi, yaitu daerah di mana dua lempeng tektonik saling bertabrakan. Nah, di bagian selatan Jawa ada segmen megathrust yang sudah lama banget “tidak aktif” alias belum melepaskan energi besar. Kondisi ini yang bikin BMKG terus wanti-wanti. Intinya, mereka bukan meramal kapan gempa itu akan datang, tapi lebih ke mengingatkan masyarakat kalau potensi itu nyata dan bisa terjadi kapan saja.
Apa Saja Poin Penting dari BMKG?
BMKG menegaskan: gempa tidak bisa diprediksi. Yang bisa dilakukan hanyalah mempersiapkan diri dan meminimalisir dampaknya. Beberapa langkah yang sudah ditekankan BMKG di antaranya:
- Memperkuat jaringan alat pemantau gempa dan tsunami, seperti seismograf dan tide gauge.
- Membuat simulasi skenario gempa dan tsunami untuk memetakan daerah rawan.
- Mengedukasi masyarakat pesisir lewat pelatihan evakuasi dan sekolah lapang gempa.
- Mendorong pembangunan rumah serta infrastruktur yang sesuai standar tahan gempa.
Dengan cara ini, masyarakat bisa lebih siap kalau skenario terburuk benar-benar terjadi. Jadi bukan soal panik, tapi soal kesiapsiagaan.
Kenapa Jawa Barat Disebut Rentan?
Dalam berbagai simulasi, jika megathrust di selatan Jawa benar-benar terjadi, pesisir selatan Jawa Barat termasuk daerah yang berisiko terdampak cukup besar. Bukan hanya guncangan gempa, tapi juga ancaman tsunami. Beberapa penelitian menyebut, dalam skenario terburuk, tinggi gelombang bisa mencapai puluhan meter di titik tertentu. Karena itulah pemerintah daerah dan BMKG terus mendorong warga Jabar, terutama yang tinggal di selatan, untuk selalu siaga.