Eventbogor.com – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, resmi dipecat dari jabatan pelatih Ulsan HD pada 9 Oktober 2025. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena Shin baru menjabat sekitar dua bulan — namun hasil buruk dan penurunan performa tim membuat manajemen ambil langkah tegas.
Kronologi singkat: dari datang sampai dipecat
Pada awal Agustus 2025 Shin Tae-yong diangkat sebagai pelatih kepala Ulsan HD dengan target mengembalikan klub ke performa puncak. Debutnya sempat manis dengan kemenangan 1-0, tapi setelah itu performa tim melempem dan hasil negatif bertumpuk.
Hingga pemecatan tercatat bahwa dalam periode kepelatihannya Shin memimpin sekitar 10 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan: 2 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kekalahan. Produktivitas gol juga jadi sorotan: tim hanya mencetak sekitar 10 gol dan kebobolan 16 gol. Posisi klasemen turun sampai ke peringkat 10 dari 12 tim, bahkan sempat terancam degradasi.
Kenapa Shin dipecat? Penyebab utamanya
Ada beberapa alasan kuat yang jadi dasar keputusan Ulsan HD:
- Hasil buruk dalam waktu singkat. Ekspektasi di klub juara sebelumnya tentu tinggi — tapi performa yang melorot cepat bikin manajemen panik.
- Produktivitas menyerang rendah. Hanya ~10 gol di periode tersebut jelas jauh di bawah standar tim juara.
- Kerap kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Defense yang keropos jadi sorotan.
- Taktik dan adaptasi. Pilihan taktik, seperti tetap menggunakan formasi yang sama meski hasilnya tidak oke, dikritik sebagai kurang adaptif terhadap masalah skuad.
- Tekanan ekspektasi. Ulsan HD bukan tim biasa — mereka juara bertahan dan suporter + manajemen cepat kehilangan kesabaran ketika hasil tidak datang.
Apa kata publik dan media?
Reaksi terpecah: ada yang menyayangkan pemecatan karena Shin baru beberapa minggu menangani tim, tapi ada juga yang menganggap keputusan wajar mengingat target tinggi Ulsan. Kritik utama diarahkan pada gaya permainan yang dianggap kurang fleksibel dan kegagalan memperbaiki lini serang.
Apakah pemecatan ini adil?
Ini pertanyaan yang bakal terus diperdebatkan. Di satu sisi, Shin butuh waktu untuk membangun sistem dan chemistry; di sisi lain, Ulsan HD punya standar kemenangan yang tinggi dan tidak punya ruang untuk proses panjang. Jadi jawabannya tergantung perspektif: proses vs hasil instan.
Apa dampaknya untuk karier Shin Tae-yong?
Meski dipecat, nama Shin tetap punya bobot karena rekam jejaknya (termasuk pengalaman melatih timnas Indonesia). Pemecatan singkat ini bisa jadi blip di kariernya — tapi untuk kembali ke level klub top, Shin perlu menunjukkan adaptasi taktik lebih cepat dan hasil yang konsisten.
Apa yang bisa diperbaiki oleh pelatih manapun di posisi Shin?
Beberapa rekomendasi praktis yang sering diangkat analis sepakbola:
- Segera evaluasi taktik: jangan terpaku pada satu formasi kalau tidak efektif.
- Fokus pada perbaikan lini serang—latihan finishing dan transisi cepat.
- Perkuat komunikasi dengan pemain inti supaya rotasi lebih mulus.
- Gunakan data & video analysis untuk memperbaiki kelemahan cepat.
Kesimpulan
Pemecatan Shin Tae-yong dari Ulsan HD pada 9 Oktober 2025 menunjukkan betapa brutalnya dunia sepak bola profesional: kadang waktu singkat dan hasil menentukan nasib pelatih. Untuk penggemar, ini momen yang bikin debat panas soal fair play terhadap pelatih baru versus realitas tuntutan juara. Buat Shin sendiri, ini peluang untuk refleksi dan comeback yang lebih matang.