Tekniknya Bukan Sekadar “Gowes”
Kalau kamu bayangin dia ngayuh sepeda naik tangga, salah besar. Aksi ini justru mirip kayak parkour versi sepeda. Fontenoy harus “melompat” dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya sambil jaga posisi tubuh biar tetap stabil.
- Hop & Balance: Melompat dan menempatkan roda secara presisi di tiap anak tangga.
- Rem untuk kontrol: Dipakai buat jaga posisi biar gak jatuh saat mendarat.
- Gunakan otot inti dan lengan: Karena ini bukan cuma kerja kaki, tapi juga upper body dan core yang dominan banget.
- Kontrol ritme: Harus bisa jaga tempo selama 12 menit tanpa kehilangan fokus.
Latihan Gak Main-main
Untuk sampai ke level itu, Fontenoy latihan keras banget. Latihan fisik dan tekniknya digabung jadi satu paket brutal. Mulai dari strength training di gym, latihan core dan upper body, sampai HIIT buat daya tahan. Ia juga rajin latihan di tangga atau area mirip Eiffel buat biasain ritme hop-nya.
Selain itu, dia juga ngelakuin plyometrics dan skipping buat tingkatin refleks dan keseimbangan. Pokoknya, semua hal kecil diperhitungkan biar saat hari H, tubuhnya udah hafal gerakannya secara otomatis.
Risiko yang Gede Banget
Aksi ekstrem kayak gini gak bisa sembarangan ditiru. Risiko cedera tinggi banget, apalagi kalau dilakukan tanpa izin atau keamanan yang cukup. Makanya, event ini dikoordinasikan resmi sama pihak Menara Eiffel biar tetap aman dan gak ganggu pengunjung.