Home Event Apa itu Brief Event: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Lengkapnya
Event

Apa itu Brief Event: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Lengkapnya

Share
Rundown Event
Rundown Event
Share

Eventbogor.com – Dalam dunia event organizer (EO), salah satu dokumen terpenting pada tahap awal perencanaan adalah brief event. Brief menjadi dasar arah konsep, kebutuhan teknis, hingga output yang ingin dicapai oleh klien. Tanpa brief yang jelas, event berisiko tidak sesuai ekspektasi atau melenceng dari tujuan awal.

Apa Itu Brief Event?

Brief event adalah dokumen atau penjelasan tertulis yang berisi kebutuhan, tujuan, konsep dasar, target audiens, dan gambaran keseluruhan dari sebuah acara.

Brief biasanya dibuat oleh klien dan diberikan kepada EO atau tim produksi sebagai pedoman awal. Namun dalam beberapa kasus, EO-lah yang membantu menyusun brief setelah melakukan diskusi dengan klien.

Fungsi Brief Event

Brief memiliki peran krusial dalam proses perencanaan event. Berikut fungsi utamanya:

BACA JUGA :  Build Up, Load In, dan Load Out: Istilah Penting dalam Produksi Event

1. Memberikan Gambaran Awal kepada EO

Brief membantu EO memahami apa yang diinginkan klien sebelum membuat konsep, proposal, dan anggaran.

2. Menyamakan Persepsi dan Ekspektasi

Dengan brief yang jelas, EO dan klien dapat memastikan bahwa tujuan acara selaras sejak awal.

3. Menjadi Dasar Pembuatan Konsep dan Timeline

Konsep acara, tema visual, aktivitas, hingga estimasi durasi biasanya mengacu pada brief.

4. Mempermudah Pengambilan Keputusan

Setiap revisi proposal atau ide baru dapat diputuskan berdasarkan isi brief awal.

5. Menjadi Dokumen Acuan Selama Proses Produksi

Dari pre-event hingga post-event, brief menjadi dokumen referensi yang memastikan event tetap pada jalurnya.

Isi Penting dalam Brief Event

Sebuah brief harus berisi informasi yang jelas dan dapat dipahami. Berikut elemen yang biasanya terdapat dalam brief event:

  • Nama Acara
  • Deskripsi Singkat
  • Tujuan Acara
  • Tema atau Konsep Awal
  • Tanggal dan Waktu Pelaksanaan
  • Lokasi atau Venue
  • Target Audiens
  • Jumlah Peserta
  • Kebutuhan Teknis (lighting, sound, LED, dekorasi)
  • Jenis Aktivitas (games, talkshow, performance)
  • Talent yang Dibutuhkan
  • Batasan Budget
  • Output yang Diharapkan (brand awareness, penjualan, engagement)

Contoh Brief Event

Berikut contoh brief event sederhana untuk brand activation:

Contoh Brief Event: Launching Produk Minuman

Nama Acara: FreshUp Product Launching

Deskripsi: Event peluncuran produk minuman baru yang menyasar anak muda usia 17–30 tahun dengan konsep fun & energetic.

BACA JUGA :  Hari Bersih-Bersih Sedunia (World Cleanup Day): Aksi Nyata Biar Bumi Gak Semakin Kotor

Tujuan: Meningkatkan awareness, menciptakan engagement langsung dengan audiens, dan mendorong sampling produk.

Tanggal: 12–15 Agustus 2025

Venue: Mall Central Atrium

Target Audiens: Remaja & dewasa muda

Kebutuhan Teknis:

  • LED screen 4×3 meter
  • Sound system untuk live performance
  • Lighting ambience + moving head
  • Booth sampling & photobooth

Aktivitas:

  • Talkshow dengan influencer
  • Games & challenge
  • Live music performance

Budget: Maksimal Rp 150.000.000

Output Diharapkan: Engagement viral, 2.000 sampel habis, exposure sosial media minimal 200.000 impressions.

Cara Membuat Brief Event yang Baik

1. Lakukan Diskusi Mendalam dengan Klien

Pahami tujuan dan kebutuhan klien secara detail, termasuk batasan tertentu seperti budget dan jadwal.

2. Gunakan Bahasa yang Ringkas dan Jelas

Brief harus mudah dipahami semua pihak, termasuk vendor, EO, dan tim klien.

3. Sertakan Referensi Visual

Untuk mempermudah pembuatan konsep, tambahkan moodboard, contoh desain, atau inspirasi visual.

4. Cantumkan Batasan Teknis dan Budget

Informasi ini akan menghemat waktu dalam proses pembuatan proposal.

5. Finalisasi Setelah Mendapat Persetujuan Semua Pihak

Brief final menjadi dokumen resmi dan tidak boleh berubah tanpa persetujuan bersama.

Kesimpulan

Brief event adalah fondasi awal dalam perencanaan sebuah acara. Dengan brief yang jelas dan terstruktur, EO dapat menyusun konsep, estimasi biaya, serta eksekusi event dengan lebih efektif. Baik klien maupun EO wajib memahami pentingnya dokumen ini untuk memastikan acara berjalan sesuai tujuan dan ekspektasi.

Share
Written by
Deddy Prasetyo

Suka coding, nge-blog, dan traveling. Selalu antusias belajar hal baru dari teknologi dan inspirasi dari perjalanan. Senang berbagi pengalaman lewat tulisan dan petualangan.

Explore more

News

Atap Roboh, SDN Nangela Bogor Prioritaskan Perbaikan: Kapan Siswa Bisa Belajar Nyaman Lagi?

EventBogor.com – Kabar duka datang dari dunia pendidikan Kabupaten Bogor. Atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nangela di Kecamatan Nanggung roboh pada...

Related Articles
event production
Event

Build Up, Load In, dan Load Out: Istilah Penting dalam Produksi Event

Eventbogor.com – Dalam dunia produksi event, ada tiga istilah yang wajib dipahami...

stage manager
Event

Apa Itu Stage Manager dalam Event? Tugas, Peran, dan Skill yang Dibutuhkan

Stage Manager adalah orang yang bertanggung jawab penuh terhadap kondisi panggung (stage)...

Jobdesk Event
Event

Apa Itu Jobdesk dalam Event? Penjelasan Lengkap untuk EO Pemula hingga Profesional

Eventbogor.com – Jobdesk dalam event adalah pembagian tugas dan tanggung jawab yang...

liaison officer
Event

Tugas LO dalam Event: Pengertian, Peran, dan Jobdesk Lengkap

LO (Liaison Officer) adalah salah satu posisi yang sangat penting dalam dunia...