EventBogor.com – Kabar baik datang dari Jakarta. Eks Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, atau yang akrab disapa Bang Yos, akhirnya bisa bernapas lega. Tiang-tiang monorel yang selama 22 tahun menghiasi Jalan HR. Rasuna Said dengan kemangkrakannya, kini resmi dibongkar. Momen bersejarah ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya proyek yang terhenti, tetapi juga mengobati luka lama bagi Bang Yos yang memulai proyek tersebut saat menjabat sebagai gubernur pada tahun 2004.
Pembongkaran tiang monorel ini menjadi sorotan utama, karena tidak hanya menyelesaikan masalah visual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bayangkan saja, selama lebih dari dua dekade, tiang-tiang tersebut berdiri kokoh, menjadi saksi bisu dari proyek ambisius yang tak kunjung selesai. Kehadiran tiang-tiang ini juga kerap kali menjadi pengganggu pemandangan dan sumber pertanyaan bagi warga Jakarta.
Sutiyoso: Akhirnya Bisa Tidur Nyenyak
Bang Yos, yang hadir langsung di lokasi pembongkaran pada Rabu, 14 Januari 2026, tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Ia mengungkapkan bahwa pemandangan tiang-tiang mangkrak tersebut selalu menyayat hatinya. “Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta saat ini, Pramono Anung, yang telah mengambil tindakan untuk menghapus beban masa lalunya. “Mudah-mudahan kalau saya lewat sini nggak sakit mata lagi,” tambahnya dengan nada haru.
Bang Yos memulai proyek monorel ini dengan harapan besar, namun berbagai kendala membuatnya terhenti di tengah jalan. Kini, setelah penantian panjang, impian untuk menuntaskan proyek ini seolah sirna, namun setidaknya masalah visual dan beban sejarahnya telah diakhiri. Pembongkaran ini menjadi simbol bahwa masalah yang mengakar pun bisa diatasi dengan komitmen dan tindakan nyata.
Pramono Anung: Jakarta Menata Diri
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga hadir dalam acara pembongkaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembongkaran ini adalah bagian dari upaya penataan kota Jakarta. Sebanyak 109 tiang monorel akan dibongkar dengan biaya mencapai Rp254 juta. Selain pembongkaran tiang pancang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menata kembali kawasan Rasuna Said untuk mengatasi kemacetan. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan nyaman bagi warga Jakarta.
Pramono juga menekankan bahwa pembongkaran ini adalah langkah maju bagi Jakarta. Ia berharap, setelah proses pembongkaran dan penataan selesai, kawasan Rasuna Said akan menjadi lebih indah dan tertata. Ini juga akan menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk terus berbenah diri dan mewujudkan visi sebagai kota yang modern dan berkelanjutan.
Dampak Positif Bagi Masyarakat
Pembongkaran tiang monorel ini tidak hanya memberikan dampak positif secara visual, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan kawasan Rasuna Said. Ruang yang sebelumnya terisi oleh tiang-tiang tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pelebaran jalan, pembuatan jalur hijau, atau fasilitas publik lainnya. Hal ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi kawasan tersebut.
Dengan dibongkarnya tiang monorel, diharapkan kemacetan di kawasan Rasuna Said dapat terurai. Selain itu, wajah baru kawasan ini akan memberikan semangat baru bagi warga Jakarta. Peristiwa ini menjadi contoh nyata bahwa masalah yang kompleks sekalipun dapat diselesaikan dengan kerja keras, komitmen, dan dukungan dari semua pihak. Semoga, langkah ini menjadi awal bagi perubahan positif lainnya di kota Jakarta.