Home Trending Game Online Jadi ‘Ular Berbisa’? Waspada Child Grooming Mengintai Remaja Cirebon!
Trending

Game Online Jadi ‘Ular Berbisa’? Waspada Child Grooming Mengintai Remaja Cirebon!

Share
Share

EventBogor.com – Cirebon, sebuah kota yang dikenal dengan keindahan budaya dan kulinernya, kini dihadapkan pada ancaman serius yang menyasar generasi mudanya. Child grooming, sebuah praktik keji yang melibatkan manipulasi psikologis anak-anak oleh orang dewasa untuk tujuan eksploitasi, ternyata telah merambah ke dunia maya, khususnya melalui game online. Kabar ini semakin mengkhawatirkan setelah kisah pilu aktris Aureli Moremans yang menjadi korban child grooming terungkap, menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya laten ini. Kasus serupa juga terjadi di Cirebon, mengingatkan kita betapa pentingnya kewaspadaan orang tua dan lingkungan sekitar.

Psikolog Klinis dari Sociamedic Clinic Cirebon, Sofia Halida Fatma MPsi, memberikan pandangan mendalam mengenai fenomena ini. Ia menjelaskan bahwa child grooming adalah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk membangun ikatan emosional antara pelaku dan korban, hingga akhirnya mengarah pada eksploitasi seksual dan ekonomi. Proses ini seringkali dimulai dengan pendekatan halus, memanfaatkan celah-celah psikologis anak-anak yang rentan.

Modus Operandi: Jebakan Digital yang Mematikan

Child grooming tidak terjadi secara tiba-tiba. Pelaku biasanya memiliki strategi matang untuk mendekati dan memanipulasi korbannya. Menurut Sofia, pelaku akan mencari anak-anak yang memiliki karakteristik tertentu, seperti cenderung penyendiri, penurut, atau yang sedang membutuhkan sosok pendukung dalam hidupnya. Game online, dengan daya tariknya yang kuat, menjadi ‘pintu masuk’ yang ideal bagi para pelaku untuk mendekati target mereka.

BACA JUGA :  Aliansi Perempuan Indonesia (API) Gelar Demo Damai di Depan DPR

Setelah menemukan target, pelaku akan memulai proses manipulasi dengan memberikan perhatian, hadiah, atau bahkan sekadar waktu untuk bermain bersama. Perlahan tapi pasti, pelaku membangun kedekatan emosional, membuat korban merasa aman dan nyaman. Korban akan melihat pelaku sebagai sosok yang mengerti dan memahami mereka, menciptakan ketergantungan emosional yang kuat. Inilah saat dimana pelaku mulai mengisolasi korban dari lingkungan sosialnya, termasuk orang tua dan teman-teman.

Share

Explore more

News

Jalan Cikampak Bogor Ambles: Nasib Warga Terjebak Kemacetan & Biaya Hidup Membengkak

EventBogor.com – Kabar buruk bagi warga Ciampea, Bogor. Jalan Raya Cikampak-Bojong Rangkas kini menyusut drastis, menyisakan jalur sempit yang hanya bisa dilalui sepeda...

Related Articles
Trending

Infinix 2026: Gahar Mulai Rp1 Jutaan, Mana yang Paling Pas untukmu?

EventBogor.com – Tahun 2026, dunia smartphone kembali bergejolak. Persaingan semakin sengit, tapi...

Trending

Warna ‘Butter’ Kuasai Panggung Mode Cirebon 2026: Kenapa Semua Orang Ingin Kuning Mentega?

EventBogor.com – Kabar baik bagi para pencinta mode! Warna ‘butter’ alias kuning...

Trending

Garda Oto: 30 Tahun Merajai Asuransi Mobil, Apa Resepnya?

EventBogor.com – Tiga dekade bukanlah waktu yang sebentar. Bayangkan, selama itu pula...

Trending

Undangan Fisik vs Digital: Cinta Tak Lekang Waktu di Tengah Gempuran Teknologi

EventBogor.com – Pernikahan, momen sakral yang sarat makna. Dan undangan, sang pembuka...