EventBogor.com – Dini hari yang kelabu menyelimuti kawasan Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ketika sebuah rumah mewah dilalap si jago merah pada Rabu (14/1/2026). Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.07 WIB ini diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik, meninggalkan duka mendalam bagi pemilik rumah dan menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan instalasi listrik di perumahan.
Api yang berkobar dengan cepat melahap sebagian besar isi rumah, menghanguskan berbagai perabotan dan barang berharga. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan tindakan preventif untuk mencegah kebakaran, terutama di musim kemarau seperti sekarang ini. Kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai angka yang fantastis, namun yang lebih penting adalah memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Kronologi Mencekam: Detik-detik Kebakaran di Bojong Kulur
Api pertama kali terdeteksi oleh penghuni rumah yang terkejut mendengar suara mencurigakan dari lantai dua kediaman mereka. Pelapor berinisial R, yang juga merupakan salah satu penghuni rumah, segera melakukan pengecekan. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan kobaran api yang sudah membesar di dalam ruangan yang berisi pakaian, kasur, serta berbagai dokumen dan surat berharga penting. Momen tersebut menjadi awal dari rangkaian peristiwa dramatis yang mengguncang keheningan dini hari.
Ayah dari R, yang dengan sigap berusaha mengendalikan api, segera bertindak. Dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan selang air, ia berupaya memadamkan api yang semakin membesar. Upaya heroik ini juga melibatkan pembukaan jendela di lantai dua, dengan harapan dapat mengurangi panas dan mencegah api menyebar lebih luas. Namun, upaya awal ini tampaknya belum membuahkan hasil yang signifikan, api terus berkobar dan mengancam seluruh bangunan.
Melihat api yang tak kunjung padam dan potensi bahaya yang semakin besar, pelapor R akhirnya menghubungi Command Centre 112 untuk meminta bantuan. Keputusan ini sangat tepat, karena api terus membesar dan berpotensi merembet ke bagian lain rumah serta membahayakan lingkungan sekitar. Respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor menjadi kunci dalam penanganan musibah ini.
Upaya Pemadaman yang Intensif: Dua Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Mendapat laporan, Sektor Gunung Putri segera mengirimkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit mobil rescue ke lokasi kejadian. Kedatangan petugas damkar menjadi titik balik dalam upaya pemadaman api. Dengan sigap, petugas melakukan tindakan pemadaman awal. Sementara itu, satu unit mobil lainnya dikirim untuk memberikan suplai air, memastikan ketersediaan sumber air yang cukup untuk memadamkan api yang berkobar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Sektor Gunung Putri setelah melalui upaya yang cukup intensif. Keberhasilan ini tidak hanya berkat keterampilan dan pengalaman petugas, tetapi juga berkat koordinasi yang baik dan respons cepat dari berbagai pihak. Meskipun demikian, kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini tetap menjadi catatan penting.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keamanan instalasi listrik, melakukan pengecekan rutin, dan selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk. Selain itu, pentingnya memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai di rumah dan lingkungan sekitar. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.