EventBogor.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Senin, 12 Januari 2026, menyisakan cerita pilu sekaligus rasa syukur. Sebuah tebing tanah longsor menerjang kobong atau pondok pesantren Darul Abror di Kampung Tangkil, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya bencana alam yang tak terduga, namun juga memperlihatkan bagaimana kesigapan dan koordinasi yang baik dapat meminimalisir dampak buruknya.
Musibah ini menjadi sorotan utama karena dampaknya yang langsung menyasar tempat belajar dan beristirahat para santri. Meskipun demikian, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bergerak cepat untuk menangani situasi, memastikan keselamatan warga dan mengamankan lokasi kejadian.
Kronologi Longsor: Detik-detik Mencekam di Tengah Hujan
Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah di wilayah tersebut menjadi labil. Peristiwa ini bermula ketika tebing tanah tiba-tiba ambruk dan materialnya langsung menimpa bangunan pondok pesantren Darul Abror. Bangunan yang menjadi sasaran longsoran ini berdiri di atas lahan milik warga bernama Lasimin.
Saat kejadian, terdapat seorang santri bernama Ayat (26) di dalam salah satu kamar pondok. Kejadian ini tentu saja sangat menegangkan, namun beruntung Ayat hanya mengalami luka ringan. Tim penyelamat segera melakukan tindakan penanganan dan memastikan kondisinya stabil. Meskipun sempat merasakan ketegangan, Ayat bersyukur karena berhasil selamat dari musibah ini.
Respons Cepat dan Penanganan Darurat
Respons cepat dari berbagai pihak menjadi kunci dalam penanganan musibah ini. BPBD Kota Bogor segera menerjunkan tim untuk melakukan assessment, dokumentasi, dan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait. Selain BPBD, tim dari Tagana Kota Bogor, pihak Kelurahan Katulampa, RT/RW setempat, serta para santri kobong Darul Abror turut serta dalam penanganan darurat.
Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan mengamankan lokasi kejadian. Tim gabungan segera melakukan pembersihan material longsor di lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan agar situasi segera terkendali dan aktivitas di sekitar lokasi dapat kembali berjalan normal. Dimas juga memastikan bahwa tidak ada warga yang terancam atau harus mengungsi akibat peristiwa ini. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan aman dan terkendali.
Pentingnya Kewaspadaan dan Mitigasi Bencana
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. Kondisi geografis Kota Bogor yang dikelilingi oleh perbukitan dan memiliki curah hujan tinggi, membuat wilayah ini rentan terhadap bencana seperti longsor dan banjir. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan.
Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu berkolaborasi dalam upaya mitigasi bencana. Hal ini meliputi pemantauan kondisi lingkungan, pemeliharaan infrastruktur, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi bencana dan cara menghadapinya. Edukasi dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana juga sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Kejadian di Pondok Pesantren Darul Abror ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Dengan kesiapsiagaan, koordinasi yang baik, dan mitigasi bencana yang efektif, kita dapat meminimalisir dampak buruk bencana alam dan menjaga keselamatan masyarakat.