EventBogor.com – Kabar gembira datang dari pelosok Kabupaten Bogor! Yayasan Juariyah Kusuma baru saja meluncurkan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pabuaran, Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin. Peluncuran ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan gizi anak-anak sekolah di wilayah tersebut, sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Acara peresmian yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh tokoh penting seperti Danramil, Kapolsek, Camat Rumpin, serta jajaran Pemerintah Desa Kertajaya, menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi masyarakat.
SPPG ini bukan hanya sekadar program pemberian makanan tambahan, tetapi sebuah langkah strategis untuk memastikan generasi penerus bangsa tumbuh sehat dan cerdas. Dengan adanya SPPG, diharapkan angka stunting dapat ditekan, serta kualitas sumber daya manusia di Rumpin dapat meningkat. Mari kita bedah lebih dalam mengenai program yang sangat dinantikan ini!
SPPG Kertajaya: Solusi Gizi untuk Ribuan Anak Sekolah
R Dede Permana, perwakilan dari Yayasan Juariyah Kusuma, menjelaskan bahwa SPPG di Desa Kertajaya akan resmi beroperasi pada tanggal 8 Desember 2025. Pada tahap awal, program ini akan menyasar 1.250 anak sekolah. Sebuah langkah awal yang menjanjikan, mengingat pentingnya asupan gizi yang cukup bagi perkembangan anak-anak di usia sekolah. Diharapkan, dengan asupan gizi yang memadai, mereka dapat lebih fokus dalam belajar dan meraih prestasi.
Namun, program ini tidak berhenti di situ. Rencananya, pada minggu kedua, jumlah penerima manfaat akan ditingkatkan menjadi 2.500 anak. Peningkatan ini menunjukkan komitmen Yayasan Juariyah Kusuma untuk menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan. Dengan adanya perluasan jangkauan ini, diharapkan lebih banyak anak di Rumpin yang dapat merasakan manfaat dari program SPPG.
Warga Lokal Berperan Aktif: Pemberdayaan Masyarakat di Balik Gizi Anak
Salah satu poin menarik dari program ini adalah keterlibatan warga sekitar sebagai karyawan dapur SPPG. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan warga lokal, program ini tidak hanya memberikan dampak positif pada gizi anak-anak, tetapi juga memberikan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah program sosial dapat memberikan dampak berganda bagi masyarakat.
“Untuk karyawan kita libatkan warga sekitar. Agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya adanya SPPG ini,” ujar R Dede Permana dengan antusias. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yayasan Juariyah Kusuma tidak hanya peduli pada aspek gizi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan Rumpin
Camat Rumpin, Icang Aliudin, menyambut baik peluncuran SPPG di Desa Kertajaya. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, di wilayah Kecamatan Rumpin baru terdapat dua SPPG, yang pertama berlokasi di Desa Cidokom. Kehadiran SPPG kedua ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Camat berharap, program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi anak-anak sekolah di Rumpin.
Lebih lanjut, Camat Icang Aliudin mengungkapkan bahwa jumlah murid di Kecamatan Rumpin mencapai 17 ribu. Dengan demikian, masih dibutuhkan lebih banyak SPPG untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah secara optimal. Menurut aturan, satu SPPG idealnya melayani sekitar 3.000 anak. Dengan demikian, masih ada kekurangan yang perlu dipenuhi untuk memastikan semua anak sekolah di Rumpin mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Peluncuran SPPG di Desa Kertajaya adalah langkah awal yang sangat positif. Diharapkan, program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari yayasan, pemerintah, hingga masyarakat, cita-cita untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan cerdas akan semakin mudah terwujud.