EventBogor.com – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Bogor, tepatnya dari proyek Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Rancabungur. Tembok penahan tanah (TPT) yang baru dibangun dilaporkan ambruk, memicu gelombang kritik dan sorotan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Proyek yang menghabiskan dana fantastis mencapai Rp18 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 ini kini menjadi pusat perhatian publik, mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran dan standar kualitas konstruksi.
Peristiwa ini bukan hanya sekadar insiden kecil, melainkan cerminan dari potensi masalah yang lebih besar dalam proses perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan proyek publik di Kabupaten Bogor. Ambruknya TPT ini mengundang kekhawatiran serius mengenai keselamatan masyarakat yang akan menggunakan fasilitas olahraga tersebut, serta kerugian finansial yang harus ditanggung akibat perbaikan yang tak terduga.
Kronologi dan Respons Cepat Pemerintah Daerah
Menanggapi insiden tersebut, Camat Rancabungur, Dita Aprilia, dengan sigap turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor untuk mencari solusi dan langkah-langkah tindak lanjut. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 23 Januari, menunjukkan respons cepat dari pihak pemerintah daerah dalam menangani masalah ini. Koordinasi yang intensif diharapkan dapat mempercepat proses investigasi dan perbaikan, serta memberikan kepastian bagi masyarakat mengenai keamanan fasilitas yang dibangun.
Respons cepat dari pemerintah daerah ini patut diapresiasi, namun pertanyaan mendasar tetap menggelayut: Mengapa TPT yang baru dibangun bisa ambruk? Apakah ada faktor-faktor yang luput dari pengawasan, seperti kualitas material yang buruk, desain yang kurang memadai, atau bahkan praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab secara transparan dan akuntabel untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Kritik Pedas dari Mahasiswa: Prioritaskan Keselamatan dan Kualitas!
Kritik pedas terhadap ambruknya TPT GOM Rancabungur juga datang dari kalangan mahasiswa. Khotman Fadhil Nurhuda, seorang mahasiswa yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat, menilai bahwa pembangunan fasilitas umum harus mengutamakan kualitas dan keselamatan. Ia menekankan bahwa anggaran yang besar seharusnya mampu menghasilkan bangunan yang kokoh dan tahan lama, bukan malah berujung pada kerusakan yang membahayakan.
Khotman dengan tegas menyuarakan keprihatinannya atas penggunaan dana publik yang besar untuk proyek yang dinilai kurang berkualitas. Ia mengingatkan bahwa fasilitas umum dibangun untuk kepentingan masyarakat luas dan harus memenuhi standar keamanan yang tinggi. Kritik ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap proyek-proyek pembangunan, serta memastikan bahwa uang rakyat digunakan secara efektif dan efisien.
Audit Menyeluruh: Langkah Krusial untuk Perbaikan
Menyikapi kondisi di lapangan, banyak pihak menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Salah satu langkah yang paling krusial adalah melakukan audit menyeluruh terhadap proyek GOM Rancabungur, termasuk pemeriksaan terhadap desain, material, pelaksanaan, dan pengawasan. Audit ini harus dilakukan secara independen dan melibatkan pihak-pihak yang kompeten di bidang konstruksi.
Audit yang komprehensif akan mengungkap akar permasalahan yang menyebabkan ambruknya TPT. Hasil audit ini akan menjadi dasar untuk perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Selain itu, audit juga dapat memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas terjadinya kerusakan, baik itu kontraktor, konsultan pengawas, maupun pejabat pemerintah yang terlibat dalam proyek tersebut. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dapat dipulihkan, dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor dapat berjalan lebih baik dan berkualitas.
Ambruknya TPT GOM Rancabungur menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan proyek publik. Dengan belajar dari pengalaman ini, diharapkan Kabupaten Bogor dapat membangun infrastruktur yang lebih baik, lebih aman, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.