EventBogor.com – Kabar menggembirakan datang dari Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor. Kampus ini baru saja menggelar Sidang Terbuka Senat Dewan Guru Besar yang bersejarah. Dalam acara yang berlangsung meriah pada Sabtu (24/1) lalu, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Bimbingan Konseling. Pengukuhan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah pencapaian luar biasa yang mengukir sejarah baru di dunia pendidikan tinggi Jawa Barat dan Banten.
Acara pengukuhan yang diadakan di Aula Gedung C, Kampus UNIDA, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga tokoh nasional. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya momen ini bagi pengembangan dunia pendidikan, khususnya dalam bidang bimbingan konseling. Mari kita bedah lebih dalam, apa saja makna penting dari pengukuhan guru besar ini dan bagaimana dampaknya bagi dunia pendidikan?
UNIDA: Pilar Pendidikan yang Terus Berkembang
Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi di Jawa Barat. Pengukuhan Guru Besar ini menjadi bukti nyata komitmen UNIDA dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan tenaga pengajar yang mumpuni. Hal ini sejalan dengan visi UNIDA untuk menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Kehadiran Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy sebagai Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling semakin memperkuat posisi UNIDA dalam bidang keilmuan tersebut. Ini juga menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Jejak Sejarah: Profesor BK Pertama di Jabar-Banten
Pengukuhan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy menjadi momen bersejarah karena beliau adalah satu-satunya Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling di wilayah Jawa Barat dan Banten. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNIDA dan juga bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa UNIDA mampu menghasilkan tenaga pengajar berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Capaian ini juga menunjukkan bahwa bidang bimbingan konseling semakin mendapatkan perhatian dan pengakuan di dunia pendidikan. Bimbingan konseling memegang peranan penting dalam membantu siswa dan mahasiswa menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari masalah pribadi, sosial, hingga masalah akademik. Dengan adanya Guru Besar di bidang ini, diharapkan kualitas layanan bimbingan konseling akan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi muda.
Tantangan dan Harapan untuk Dunia Pendidikan Tinggi
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pencapaian UNIDA. Beliau juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam menghasilkan Guru Besar. Dr. Lukman menjelaskan bahwa menjadi Guru Besar bukanlah hal yang mudah. Prosesnya panjang dan membutuhkan dedikasi serta kerja keras yang luar biasa.
Di wilayah Jawa Barat dan Banten, terdapat 420 perguruan tinggi dengan sekitar 3.036 program studi. Idealnya, setiap program studi memiliki satu profesor. Namun, jumlah profesor yang ada saat ini masih jauh dari ideal. Secara nasional, dari sekitar 330 ribu dosen, hanya sekitar 12.500 orang yang berhasil mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan perguruan tinggi untuk terus mendorong peningkatan jumlah Guru Besar.
Di wilayah Bogor dan Sukabumi, jumlah Guru Besar saat ini baru mencapai 21 orang. Tentu saja, angka ini masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga pengajar yang berkualitas. Dengan adanya Guru Besar, diharapkan kualitas pendidikan akan semakin meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Makna Penting bagi Pengembangan Keilmuan BK
Ketua Umum YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman, menilai pengukuhan Guru Besar kali ini memiliki makna yang sangat spesial, khususnya bagi pengembangan keilmuan bimbingan konseling. Hal ini menunjukkan bahwa bidang bimbingan konseling semakin mendapatkan perhatian dan pengakuan dari berbagai pihak. Diharapkan, dengan adanya Guru Besar di bidang ini, akan semakin banyak penelitian dan pengembangan yang dilakukan dalam bidang bimbingan konseling.
Bimbingan konseling memegang peranan penting dalam membantu siswa dan mahasiswa menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Dengan adanya Guru Besar di bidang ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dalam layanan bimbingan konseling yang dapat membantu generasi muda untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pengukuhan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy adalah sebuah langkah maju bagi UNIDA, dunia pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten, serta bagi pengembangan keilmuan bimbingan konseling. Semoga, pencapaian ini menjadi inspirasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.