EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari, sebuah nama diabadikan. Bukan sekadar penanda arah, tapi simbol perjuangan dan dedikasi. Jalan Lingkar Dramaga (JLD) kini resmi menyandang nama H Ghazali, sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Karang Taruna Nasional. Peresmian ini bukan hanya seremoni, melainkan napak tilas sejarah yang sarat makna.
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Di era di mana kita mudah melupakan akar sejarah, langkah ini menjadi pengingat berharga. Karang Taruna, sebagai wadah pengembangan generasi muda, punya peran krusial dalam membangun karakter bangsa. Mengabadikan nama H Ghazali di ruang publik adalah cara konkret untuk menjaga semangat juang dan nilai-nilai luhur yang beliau tanamkan. Ini adalah pesan kuat kepada generasi penerus: jangan pernah lupa dari mana kita berasal.
Lebih dari Sekadar Nama Jalan
Bayangkan Anda melintas di jalan tersebut, teringat akan sosok yang namanya terukir. H Ghazali, bukan hanya seorang pendiri, tapi juga sosok yang berdedikasi membangun Karang Taruna dari nol. Beliau adalah ‘arsitek’ yang merancang fondasi bagi organisasi kepemudaan yang kini merambah hingga tingkat RW. Ziarah ke makamnya menjadi ritual penting, sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan perjuangan beliau.
Peresmian jalan ini bukan hanya seremonial. Ini adalah momen refleksi. Sebuah kesempatan untuk merenungkan kembali perjalanan Karang Taruna selama 65 tahun. Sebuah bukti nyata bahwa ide dan gagasan H Ghazali masih relevan, bahkan semakin dibutuhkan di tengah tantangan zaman.
Apa Artinya Bagi Masyarakat Dramaga?
Bagi warga Dramaga, jalan H Ghazali bukan hanya jalur transportasi. Ini adalah identitas, kebanggaan, dan pengingat akan sejarah daerah mereka. Anak-anak muda akan tumbuh dengan mengenal nama H Ghazali, belajar tentang semangat juang dan pengabdian. Ini akan membentuk karakter mereka, menumbuhkan rasa memiliki, dan mendorong mereka untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.
Peresmian ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi organisasi lain, untuk menghargai para tokoh yang telah berjasa. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur tetap hidup dan menginspirasi generasi mendatang.
Memaknai Jasmerah dalam Konteks Kekinian
‘Jasmerah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah, adalah kata kunci yang relevan. Di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman yang begitu cepat, kita seringkali terlena dan melupakan akar sejarah. Peresmian jalan H Ghazali menjadi momentum penting untuk kembali merenungkan sejarah Karang Taruna, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana relevansinya dengan tantangan hari ini.
Dengan mengenang H Ghazali, kita diingatkan bahwa Karang Taruna lahir dari keresahan terhadap masalah sosial, remaja, anak yatim, dan lansia. Ini adalah pengingat bahwa Karang Taruna harus terus berjuang, beradaptasi, dan memberikan solusi bagi permasalahan sosial di masyarakat.
Menuju Masa Depan
Pesan Heri Gunawan, Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, begitu membekas. Karang Taruna bukan organisasi kemarin sore, melainkan wadah yang telah membersamai perjalanan bangsa dan negara. Mengabadikan nama H Ghazali adalah langkah awal yang tepat dalam melanjutkan perjuangan, menjaga semangat, dan memastikan Karang Taruna tetap relevan di masa depan.
Akhir kata, peresmian jalan H Ghazali bukan hanya tentang nama di plang jalan. Ini tentang semangat, dedikasi, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Sebuah pengingat bahwa sejarah adalah guru terbaik. Mari kita belajar dari H Ghazali, dan terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.