EventBogor.com – Jakarta, hiruk pikuk Jalan HR Rasuna Said, yang selama dua dekade lebih dihiasi pemandangan tak lazim: tiang-tiang monorel yang berdiri gagah namun tak berujung. Kini, angin perubahan berhembus kencang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak mau lagi proyek mangkrak ini berlama-lama. Ia menargetkan pembongkaran dipercepat, berharap Rasuna Said kembali berseri di September 2026. Tapi, bisakah target ambisius ini tercapai?
Dulu Satu, Kini Lima Tiang Sehari: Kecepatan Itu Kunci
Bayangkan, Anda melintas di Rasuna Said. Pemandangan tiang-tiang besi yang dulu berdiri angkuh, kini mulai berguguran. Inilah yang ingin diwujudkan Pramono. Ia tak mau lagi melihat proyek yang terbengkalai, yang menjadi saksi bisu kegagalan masa lalu. Ia meminta percepatan. Awalnya, hanya satu tiang monorel yang ditargetkan dibongkar per hari. Sekarang? Pramono ‘menaikkan’ target, menjadi lima tiang per hari. Sebuah gebrakan yang mengisyaratkan keseriusan.
Pembongkaran sendiri telah dimulai sejak 14 Januari 2026. Sebanyak 109 tiang monorel menjadi target. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp254 juta. Proses pembongkaran ini bukan perkara mudah. Setelah bertahun-tahun berdiri, fondasi beton tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, Pramono yakin, timnya mampu menuntaskan pekerjaan ini tepat waktu.
Mengapa Ini Penting Sekarang? Lebih dari Sekadar Estetika
Kenapa sih, pembongkaran ini begitu penting? Tentu saja, lebih dari sekadar urusan estetika. Tiang-tiang monorel yang mangkrak itu, layaknya ‘duri dalam daging’, menghambat potensi kawasan Rasuna Said. Setelah pembongkaran tuntas, penataan kawasan dapat segera dimulai. Ini membuka peluang bagi peningkatan infrastruktur, penataan ruang publik, dan tentunya, mempercantik wajah Jakarta.
Coba bayangkan, Rasuna Said yang dulunya macet dan semrawut, kini menjadi lebih tertata, hijau, dan ramah bagi pejalan kaki. Ini akan berdampak positif bagi semua orang. Mulai dari warga Jakarta yang sehari-hari melintas di sana, hingga para pebisnis yang berinvestasi di kawasan tersebut. Kawasan yang tertata rapi akan menarik minat investor, meningkatkan nilai properti, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tantangan di Depan Mata: Akankah Target Tercapai?
Tentu saja, jalan menuju September 2026 tak akan mulus. Proyek ini punya tantangan tersendiri. Proses pembongkaran beton membutuhkan waktu dan keahlian khusus. Cuaca yang tak menentu juga bisa menjadi penghambat. Namun, semangat yang membara dari Pramono dan timnya, patut diacungi jempol. Semangat ini yang akan menjadi modal utama untuk mewujudkan impian, yaitu Rasuna Said yang lebih baik.
Saat ini, sebagian besar tiang besi monorel sudah terpotong. Yang tersisa hanyalah bagian beton. Meskipun demikian, Pramono optimis. Ia mengatakan, ‘Yang penting, semangat untuk menyelesaikan proyek ini. Ini adalah warisan yang harus kita selesaikan!’
Apa Artinya Bagi Kantong Anda? (Dan Kota Jakarta)
Pembongkaran tiang monorel bukan hanya soal ‘keindahan’. Ini tentang efisiensi, investasi, dan kualitas hidup. Jalan yang lebih baik berarti mobilitas yang lebih lancar. Kawasan yang tertata rapi menarik lebih banyak bisnis. Pada akhirnya, ini berdampak pada kantong Anda. Nilai properti bisa naik. Peluang kerja meningkat. Dan, tentu saja, kualitas hidup di Jakarta menjadi lebih baik.
Kita semua, sebagai warga Jakarta, tentu berharap proyek ini berjalan lancar. Mari kita dukung upaya pemerintah untuk mewujudkan Rasuna Said yang lebih baik. Sebuah kawasan yang modern, nyaman, dan menjadi kebanggaan kita semua.
Pertanyaannya, apakah kita akan melihat Rasuna Said yang baru di September 2026? Waktu akan menjawabnya.