EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti Kota Bogor. Kecelakaan lalu lintas di Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Tanah Sareal, merenggut nyawa seorang pengendara motor. Peristiwa tragis ini kembali membuka luka lama: kondisi jalan rusak parah yang membahayakan nyawa.
‘Roller Coaster’ di Jalanan Bogor
Bayangkan Anda sedang mengendarai motor di tengah padatnya lalu lintas. Tiba-tiba, ban Anda selip. Aspal bergelombang, kerikil berserakan, dan lubang menganga menjadi ‘teror’ harian bagi pengguna jalan di kawasan tersebut. Itulah gambaran singkat kondisi Jalan KH. Abdullah bin Nuh yang dikeluhkan warga.
Syaban (29), seorang warga sekitar, bercerita kerusakan jalan sudah berlangsung lama. “Aspalnya itu licin dan bergelombang, bahkan ada kerikil-kerikilnya. Kalau kondisi ramai, motor bisa gampang selip,” ungkapnya, menggambarkan betapa berbahayanya jalan tersebut.
Senada dengan Syaban, Hasanah (49), pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi jalan itu, merasa was-was. “Kalau hujan itu sih jalannya makin bahaya, ditambah kalau lagi padat kendaraan ya,” keluhnya. Kondisi diperparah dengan minimnya penerangan, menambah risiko kecelakaan.
Nyawa Sebagai Taruhan
Kecelakaan yang merenggut nyawa pengendara motor di depan RS Hermina Bogor, Sabtu (7/2/2026), menjadi bukti nyata betapa krusialnya perbaikan jalan ini. Iptu Eko Susilo dari Satlantas Polresta Bogor Kota menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi akibat sepeda motor korban selip saat melintas di antara kendaraan lain. Nyawa melayang, luka mendalam bagi keluarga.
Kondisi jalan rusak bukan hanya masalah kenyamanan. Ini soal keselamatan. Setiap hari, warga Bogor mempertaruhkan nyawa mereka di jalan yang tidak layak.
Apa Artinya Bagi Keselamatan Anda?
Kerusakan jalan adalah masalah yang lebih besar dari sekadar ketidaknyamanan. Dampaknya bisa sangat luas:
- Risiko Kecelakaan Meningkat: Aspal rusak, bergelombang, dan berlubang meningkatkan potensi kecelakaan.
- Biaya Perawatan Kendaraan: Kerusakan pada suspensi, ban, dan komponen lain akibat jalan rusak, tentu akan menguras kantong.
- Gangguan Produktivitas: Kemacetan akibat jalan rusak, serta risiko kecelakaan, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan ke tempat kerja atau sekolah.
Skenario sederhana: Anda harus mengganti ban motor karena rusak akibat jalan berlubang. Biaya tambahan, waktu terbuang, dan tentu saja, emosi yang tak mengenakan.
Kapan Janji Perbaikan Terealisasi?
Warga Bogor menanti tindakan nyata dari pemerintah. Perbaikan jalan yang tuntas, bukan sekadar tambal sulam, adalah sebuah keharusan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap keselamatan warganya. Jangan sampai nyawa terus menjadi tumbal jalan rusak.
Lantas, sampai kapan kita harus terus khawatir setiap kali berkendara di Jalan KH. Abdullah bin Nuh? Mungkinkah tragedi serupa terulang kembali?