EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Jakarta. Seorang siswa SMK Negeri 34, berinisial ASP, tewas dalam kecelakaan tragis di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026) pagi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan pengendara motor akan bahaya jalan rusak.
Tragedi di Pagi Buta
Bayangkan, Anda baru saja bersiap berangkat sekolah atau kerja. Pagi itu masih remang, lalu lintas mulai ramai. Namun, bagi ASP, pagi itu menjadi akhir dari segalanya. Kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh jalan licin dan berlubang merenggut nyawanya. ASP ditemukan tak bernyawa di badan jalan sekitar pukul 06.00 WIB, dengan seragam sekolah yang masih melekat.
Gubernur Pramono Anung menuturkan, berdasarkan pantauan CCTV, korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Ditambah kondisi jalan yang tidak bersahabat, kecelakaan tak terhindarkan. “Penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi,” jelas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
Jasad ASP kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan pemakaman di TPU Menteng Pulo.
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua. Musim hujan, jalanan licin, dan kondisi jalan yang rusak adalah kombinasi mematikan. Kita seringkali terburu-buru, mengejar waktu, tanpa menyadari bahaya yang mengintai di balik aspal. Kasus ini bukan hanya soal statistik, tapi juga soal nyawa yang hilang, impian yang pupus, dan duka yang mendalam bagi keluarga korban.
Contoh konkretnya, berapa banyak dari kita yang setiap hari melewati jalan rusak? Berapa banyak yang merasa was-was saat hujan turun? Kecelakaan ini bisa menimpa siapa saja, di mana saja. Kita perlu lebih waspada, lebih berhati-hati, dan selalu mengutamakan keselamatan.
Apa Artinya Bagi Kita?
Pertama, perhatikan kondisi kendaraan Anda. Ban yang gundul, rem yang tidak pakem, adalah potensi bahaya. Kedua, kurangi kecepatan, terutama saat melewati jalan rusak atau licin. Ibarat pepatah, “biar lambat asal selamat.” Ketiga, selalu fokus dan waspada saat berkendara. Jangan terdistraksi oleh ponsel atau hal lainnya.
Gubernur Pramono Anung telah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk segera memperbaiki jalan berlubang. Namun, perbaikan jalan bukanlah solusi satu-satunya. Kesadaran dan disiplin dari setiap pengendara adalah kunci utama.
Jalan Berlubang, Jalan Panjang Menuju Keselamatan
Kematian ASP adalah alarm bagi kita semua. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai pengguna jalan. Mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Jadikan jalan raya sebagai tempat yang aman, bukan arena pembawa petaka.
Lantas, sudahkah Anda memeriksa kondisi ban motor Anda hari ini?