Seedance 2.0 bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka pintu kreativitas tanpa batas. Pengguna bisa membuat adegan-adegan gila yang sebelumnya tak terpikirkan. Tapi di sisi lain, ia juga menantang batas-batas hak cipta. Karakter-karakter yang dilindungi hak cipta tiba-tiba muncul dalam skenario yang tak pernah disetujui, bahkan merusak nilai eksklusivitas karya asli.