EventBogor.com – Aroma hangat silaturahmi dan semangat kebersamaan menyelimuti RM Sop Janda, Sentul, Bogor, pada Senin (16/2/2026). Di sana, Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Bogor Raya menggelar tradisi cucurak, sebuah acara khas menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, cucurak kali ini menjadi momentum refleksi dan penguatan moral bagi insan pers di tengah hiruk pikuk dunia jurnalisme.
Acara yang dihadiri jajaran pengurus, anggota, serta keluarga besar IWO Bogor Raya ini, terasa lebih istimewa dengan kehadiran perwakilan Pengurus Pusat IWO, termasuk Sekretaris Jenderal Telly N. Hadirnya mereka menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan dan komitmen organisasi terhadap anggotanya. Ketua PD IWO Bogor Raya, Didin Brodin, bersama Sekretaris PD IWO Bogor Raya, Asep Bucek, memimpin langsung jalannya acara yang penuh keakraban.
Lebih dari Sekadar Makan Bersama: Makna Mendalam Cucurak
Bayangkan, Anda baru saja menyelesaikan tugas liputan yang melelahkan. Pikiran penat, energi terkuras. Di saat seperti itulah, cucurak hadir sebagai oase. Lebih dari sekadar santap bersama, tradisi ini adalah waktu untuk menenangkan hati, merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sedikit kendur karena kesibukan. Didin Brodin menegaskan bahwa cucurak adalah ruang untuk introspeksi, sebuah kesempatan untuk merenungkan kembali peran sebagai jurnalis. Apakah kita sudah menjalankan tugas dengan benar? Apakah kita tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalistik?
“Alhamdulillah, keluarga besar IWO Bogor Raya bisa kembali melaksanakan cucurak atau munggahan bersama. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan moral bagi insan pers,” ujar Didin. Kata-kata ini bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan dari semangat yang ingin ditularkan kepada seluruh anggota IWO. Semangat untuk terus berjuang, menjaga integritas, dan tetap berpihak pada kepentingan publik, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Menyongsong Ramadan dengan Hati Bersih dan Jiwa yang Kuat
Asep Bucek menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi perjalanan organisasi. Setiap organisasi, bagaikan sebuah kapal, pasti melewati berbagai gelombang dan badai. Cucurak menjadi waktu untuk memeriksa kembali apakah kapal tersebut masih pada jalur yang benar, apakah mesinnya masih berfungsi dengan baik, dan apakah para awaknya tetap solid. Dalam konteks ini, evaluasi adalah kunci untuk perbaikan. Momen ini menjadi penting karena Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari organisasi.
Coky Pasaribu, wartawan senior Bogor sekaligus dewan penasihat, mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, dan empati. Sebagai jurnalis, nilai-nilai ini sangat penting. Keterampilan menulis yang tajam tanpa dibarengi dengan integritas yang kuat, ibarat pisau bedah tanpa ahli bedah yang berpengalaman. Semua akan sia-sia.
Apa Artinya Bagi Insan Pers?
Bagi para jurnalis, cucurak menjelang Ramadan adalah persiapan mental dan spiritual yang sangat penting. Di tengah arus informasi yang deras dan tantangan yang semakin kompleks, integritas adalah kunci. Menjaga semangat kebersamaan dan terus belajar adalah bekal yang tak ternilai harganya. Terakhir, jangan lupa bahwa setelah Lebaran, IWO Bogor Raya berencana menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ini adalah investasi masa depan, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menyiapkan kader pemimpin media online yang handal.
Jadi, mari kita sambut Ramadan dengan hati bersih, semangat yang membara, dan komitmen untuk terus berkarya. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.