EventBogor.com – Gemuruh gempita wayang golek menggema di Desa Malasari, Kampung Citalahap. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, resmi membuka pagelaran seni tradisional ini. Lebih dari sekadar hiburan, acara ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam ngabubungahkeun masyarakat, merayakan kemerdekaan, dan mempererat tali persaudaraan.
Mengapa Wayang Golek, Mengapa Sekarang?
Bayangkan Anda adalah warga Malasari. Bertahun-tahun, Anda mungkin hanya disuguhi rutinitas sehari-hari. Tiba-tiba, malam itu, lentera-lentera berkelap-kelip, suara gamelan mengalun, dan cerita-cerita pewayangan menghidupkan suasana. Inilah yang terjadi di Malasari. Bupati Bogor, melihat jauh ke depan, menyadari pentingnya melestarikan budaya di tengah gempuran modernisasi. Peringatan HUT ke-80 RI menjadi momentum tepat untuk menggelar acara yang tidak hanya menghibur, tapi juga mengingatkan kita pada akar budaya. Seni wayang golek, dengan segala keindahannya, adalah pengingat akan identitas kita sebagai bangsa.
Lebih dari Sekadar Tontonan: Mimpi Warga dan Pembangunan
“Alhamdulillah, selain menghadirkan hiburan wayang golek, kita juga bisa menyaksikan pembangunan jalan yang selama ini sangat dinanti oleh warga,” ujar Wakil Bupati. Betapa menggembirakannya, bukan? Hiburan seni dipadukan dengan kabar gembira pembangunan infrastruktur. Ini bukan hanya janji manis, tapi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jalan yang baik akan mempermudah akses, meningkatkan perekonomian, dan tentu saja, mempermudah warga untuk menikmati wayang golek.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi. Lomba-lomba, gowes bersama, layanan publik, dan berbagai kegiatan kemerdekaan lainnya digelar. Semua ini bertujuan untuk menciptakan kebersamaan. Ingat, semangat kemerdekaan bukan hanya tentang bendera merah putih, tetapi juga semangat gotong royong dan kebersamaan. Seperti halnya wayang golek yang dimainkan oleh dalang dan dibantu oleh penabuh gamelan, pembangunan juga memerlukan kerjasama seluruh elemen masyarakat.
Menjaga Harta Karun: Oksigen Terbaik dan Lingkungan yang Lestari
Desa Malasari dikenal sebagai paru-paru Kabupaten Bogor. Udara segar, pepohonan hijau, dan alam yang asri menjadi aset berharga. Wakil Bupati mengingatkan, “Masyarakat perlu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat alam agar tetap lestari.” Ini adalah pesan penting. Kita bisa menikmati hiburan, pembangunan, namun jangan sampai melupakan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Ibarat wayang golek yang indah, keindahan alam Malasari juga harus dijaga agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Acara di Malasari bukan hanya sekadar seremoni. Ini adalah cermin harapan, kebersamaan, dan komitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik. Mari kita jadikan semangat wayang golek sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.