Keputusan polisi untuk menangguhkan penahanan Habib Bahar didasarkan pada beberapa pertimbangan krusial. Pertama, Habib Bahar dianggap sebagai tulang punggung keluarga. Ini adalah faktor yang sangat manusiawi, mempertimbangkan dampak penahanan terhadap kehidupan keluarga. Kedua, statusnya sebagai guru yang harus mengajar santri juga menjadi perhatian. Polisi mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan pendidikan yang diemban Habib Bahar.
Selain itu, pihak kuasa hukum memberikan jaminan bahwa kliennya akan kooperatif dalam proses hukum. Ini berarti, Habib Bahar berkomitmen untuk hadir jika dipanggil dan bekerja sama dengan penyidik. Jaminan dari pihak keluarga juga memperkuat keyakinan polisi bahwa Habib Bahar tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.