Home News Desa Babakan Bogor Berbagi Resep Ketahanan Pangan: Studi Tiru dari Sumatera Barat
News

Desa Babakan Bogor Berbagi Resep Ketahanan Pangan: Studi Tiru dari Sumatera Barat

Share
Share

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk isu ketahanan pangan, Desa Babakan, Ciseeng, Bogor, menjadi sorotan. Sebuah kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, baru-baru ini terjadi. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan ajang berbagi pengalaman tentang bagaimana Desa Babakan membangun ketahanan pangan melalui program unggulan, peternakan ayam petelur.

Mengapa Ini Penting Sekarang?

Bayangkan, harga kebutuhan pokok yang terus melambung. Ketergantungan pada pasokan dari luar daerah bisa jadi mimpi buruk. Inilah mengapa ketahanan pangan menjadi isu krusial, terutama di tingkat desa. Desa Babakan, dengan program ayam petelurnya, menawarkan solusi konkret. Mereka membuktikan bahwa kemandirian pangan, meski dimulai dari skala kecil, bisa berdampak besar.

Kunjungan dari Sumatera Barat ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan belajar lintas daerah sangat relevan. Di era di mana tantangan ekonomi semakin kompleks, kolaborasi dan transfer pengetahuan menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang.

Ayam Petelur: Bukan Cuma Telur di Meja Makan

Program ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Babakan bukan hanya soal menghasilkan telur. Ini adalah model bisnis yang terintegrasi. Dimulai dari perencanaan anggaran (RAB), pengelolaan pakan, perawatan ayam, hingga pemasaran produk. Marwan Suherwan, Kepala Desa Babakan, dengan gamblang memaparkan semua aspek tersebut kepada tamunya dari Sumatera Barat.

BACA JUGA :  Jakarta 'Tenggelam' Lagi! Cek Titik Banjir & Hindari Macet Parah!

Contoh konkretnya? Desa Babakan berhasil menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan. Telur yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi desa. Ini adalah contoh nyata bagaimana program ketahanan pangan bisa memberikan dampak ganda: meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Belajar dari yang Berpengalaman: Apa yang Dipelajari?

Kunjungan studi tiru ini bukan hanya tentang berbagi informasi. Ini adalah kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling belajar. Pemerintah Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, tentu saja tertarik untuk mengetahui detail pengelolaan program ayam petelur. Mulai dari tantangan yang dihadapi, strategi pemasaran, hingga dampak sosial ekonominya.

Di sisi lain, Desa Babakan juga bisa mendapatkan masukan berharga dari pengalaman daerah lain. Mungkin saja ada ide-ide baru, inovasi, atau strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan efektivitas program ketahanan pangan mereka.

Apa Artinya Bagi Desa Lain?

Kisah Desa Babakan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia. Bahwa ketahanan pangan bukanlah utopia, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan dengan perencanaan matang, kerjasama, dan semangat belajar. Program ayam petelur hanyalah satu contoh. Ada banyak potensi lain yang bisa dikembangkan, disesuaikan dengan karakteristik dan sumber daya masing-masing desa.

Kuncinya adalah berani mencoba, berani berinovasi, dan tidak takut untuk belajar dari pengalaman orang lain. Studi tiru semacam ini adalah langkah awal yang sangat penting. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih sejahtera dan mandiri.

BACA JUGA :  Demo “Bloquons Tout” Guncang Prancis: Tuntutan, Aksi, dan Reaksi

Kolaborasi: Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Keterlibatan Plt Camat Ciseeng dalam kunjungan studi tiru ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan bahkan pemerintah kabupaten, adalah kunci untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) juga sangat krusial. Rekomendasi DPMD untuk memilih Desa Babakan sebagai lokasi studi tiru adalah bukti bahwa mereka memiliki peran penting dalam memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman antar desa.

Menatap Masa Depan: Pertanyaan untuk Kita Semua

Kisah Desa Babakan adalah pengingat bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan di tingkat individu untuk mendukung upaya ini? Apakah kita sudah cukup peduli terhadap isu ketahanan pangan? Apakah kita sudah berupaya mengonsumsi produk lokal dan mendukung petani lokal?

Mari kita jadikan kisah Desa Babakan sebagai pemicu untuk berpikir lebih jauh. Untuk bertindak lebih nyata. Demi masa depan pangan yang lebih baik bagi kita semua.

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

News

SIM Keliling Jakarta: Jangan Sampai SIM Anda ‘Mati’! Cek Jadwal 11 Februari 2026

EventBogor.com – Bayangkan, Anda baru saja berhenti di lampu merah, bersiap untuk belok. Tiba-tiba, pak polisi mendekat, meminta surat-surat. Jantung berdebar, tangan gemetar…...

Related Articles
News

Jakarta Siap Hadapi Ramadan: Stok Pangan Aman, Jangan Panik!

EventBogor.com – Jakarta bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan kabar baik: stok...

News

Peri Gigi: Saat Dongeng Bikin Anak-Anak Bogor Lebih Sayang Giginya

EventBogor.com – Pernahkah Anda membayangkan, cara paling ampuh mengajarkan anak-anak tentang kesehatan...

News

Jakarta Berbenah: Lapangan Padel Bising Siap Ditertibkan, Warga Bernapas Lega?

EventBogor.com – Jakarta, kota yang tak pernah tidur, kini dihadapkan pada satu...

News

Jakarta Bersih Tiap Selasa & Jumat: Pramono Siap Terapkan Korve, Apa Dampaknya?

EventBogor.com – Jakarta bersiap menyambut era baru kebersihan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono...