Pendekatan langsung ke lapangan, dari PAUD hingga SMP, menjadi kunci. Tim gabungan yang terdiri dari petugas kecamatan, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat, bahu membahu mengumpulkan informasi. Mereka bukan hanya mencatat, tapi juga mengamati, merasakan, dan memahami. Hasilnya? Potret pendidikan yang lebih jujur, lebih detail, dan jauh lebih relatable.