EventBogor.com – Gemuruh takbir menggema di Bojonggede. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan, bukan untuk demonstrasi, melainkan pawai. Pawai Ta’aruf, sebagai pembuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH), kembali digelar. Sebuah momen penting, bukan hanya seremoni, tapi juga pengingat nilai-nilai luhur di tengah arus modernisasi.
Bayangkan, Anda berdiri di pinggir jalan, menyaksikan barisan demi barisan peserta pawai. Anak-anak berseragam rapi, remaja dengan semangat membara, hingga orang tua yang khusyuk melantunkan sholawat. Ini bukan sekadar parade. Ini adalah manifestasi kecintaan pada Al-Qur’an dan Rasulullah SAW yang membara di hati masyarakat Bojonggede.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Di era digital, di mana informasi melesat cepat dan godaan duniawi semakin kuat, kegiatan seperti ini menjadi oase. Ia mengingatkan kita akan akar budaya yang kuat, nilai-nilai agama yang tak lekang oleh waktu. Ini adalah benteng pertahanan dari gempuran nilai-nilai asing yang bisa menggerus identitas kita sebagai masyarakat yang beriman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang mewakili Bupati Bogor, dengan tepat menyuarakan pentingnya menjaga budaya Qur’ani di tengah tantangan zaman. Silaturahmi terjalin, kebersamaan menguat. Sebuah modal sosial yang tak ternilai harganya.
Pawai: Lebih dari Sekadar Parade
Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, mengungkapkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Pawai ini menjadi bukti semangat untuk terus menghidupkan syiar Islam. Setelah vakum tujuh tahun akibat pandemi, kembalinya pawai ini adalah sebuah kemenangan. Kemenangan atas keterbatasan, kemenangan atas rasa takut, dan kemenangan bagi semangat kebersamaan.
Sembilan kontingen dari delapan desa dan satu kelurahan berpartisipasi. Ini adalah representasi nyata dari persatuan dan kesatuan masyarakat Bojonggede. Setiap barisan, setiap lantunan ayat suci, adalah sumbangsih bagi terciptanya lingkungan yang religius dan kondusif.
Apa Artinya Bagi Masyarakat?
MTQH bukan hanya kompetisi. Ia adalah sarana untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama, dan membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an. Anak-anak yang sejak dini akrab dengan Al-Qur’an akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Mereka akan menjadi generasi penerus yang membawa nilai-nilai kebaikan bagi bangsa dan negara.
Pawai Ta’aruf adalah momentum. Sebuah pengingat bahwa keimanan adalah landasan utama dalam menjalani kehidupan. Ia adalah kekuatan yang akan membimbing kita melewati berbagai ujian dan cobaan. Ia adalah kompas yang akan mengarahkan kita menuju jalan yang lurus.
Mungkin, kita bisa membayangkan pawai ini sebagai sebuah sungai yang mengalir deras. Sungai yang membawa pesan damai, pesan persatuan, dan pesan cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sungai yang terus mengalir, meski zaman terus berubah.
Mari kita jaga semangat ini. Mari kita dukung kegiatan positif seperti ini. Agar Bojonggede, dan kita semua, senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.