EventBogor.com – Jakarta, kota yang tak pernah tidur, kini berbenah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki dengan memerintahkan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar di jalan-jalan protokol. Sebuah langkah yang diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih nyaman bagi warga dan menciptakan wajah kota yang lebih tertata.
Trotoar: Hak Pejalan Kaki yang Terampas
Bayangkan Anda berjalan santai di trotoar, menikmati suasana kota. Namun, langkah Anda terhalang oleh lapak PKL yang memenuhi ruang, atau kendaraan yang parkir sembarangan. Pemandangan ini, sayangnya, sudah menjadi ‘pemandangan’ umum di sebagian besar jalan protokol Jakarta. Pramono Anung menyadari hal ini dan mengambil tindakan untuk mengembalikan hak pejalan kaki atas trotoar.
Penertiban ini bukan hanya soal estetika. Lebih dari itu, ini adalah tentang keselamatan dan kenyamanan. PKL yang berjualan di trotoar seringkali memaksa pejalan kaki untuk berjalan di jalan raya, meningkatkan risiko kecelakaan. Parkir liar juga mempersempit ruang gerak dan menghambat lalu lintas.
Siapa Saja yang Kena? Bukan Cuma PKL Liar…
Penertiban ini tidak hanya menyasar PKL liar. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan pun akan ditindak jika terbukti memanfaatkan trotoar untuk berjualan. Ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah untuk memastikan semua pihak mematuhi aturan. Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya penegakan aturan ini kepada jajaran Satpol PP.
Selain PKL, parkir liar juga menjadi perhatian utama. Dinas Perhubungan (Dishub) diperintahkan untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan, termasuk imbauan kepada pengemudi ojek online (Ojol) untuk tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman.
Mengapa Ini Penting Sekarang? Wajah Baru Jakarta
Penertiban ini merupakan bagian dari program penataan pedestrian di jalan-jalan utama, seperti Jalan HR. Rasuna Said. Ini adalah momen krusial untuk menciptakan perubahan. Jakarta, dengan segala hiruk pikuknya, berhak memiliki ruang publik yang nyaman dan berfungsi sebagaimana mestinya. Langkah ini juga selaras dengan visi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih modern dan beradab.
Apa Artinya Bagi Warga Jakarta?
Dampaknya sangat jelas. Pejalan kaki akan memiliki ruang yang lebih luas dan aman. Lalu lintas akan lebih lancar. Pedagang yang tertib akan mendapatkan lingkungan yang lebih kondusif untuk berusaha. Pada akhirnya, semua ini akan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.
Namun, tantangan tetap ada. Penertiban ini memerlukan konsistensi dan dukungan dari semua pihak. Perlu kesadaran dari warga untuk tidak membeli dari PKL yang berjualan di trotoar, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Hanya dengan kerjasama, Jakarta bisa mewujudkan trotoar yang sesungguhnya: ruang yang aman, nyaman, dan milik bersama.
Langkah ini adalah awal dari perubahan. Akankah Jakarta berhasil mengembalikan fungsi trotoar sepenuhnya? Waktu akan menjawab.