EventBogor.com – Suasana khidmat Jumat siang di Masjid Jami Nurul Iman, Desa Singajaya, Jonggol, terasa berbeda. Bukan hanya karena ibadah, tapi juga kehadiran Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, yang turun langsung dalam program Jumat Keliling (Jumling). Lebih dari sekadar seremoni, Jumling kali ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka kepada pemerintah daerah.
Jumling: Lebih dari Sekadar Sapaan
Bayangkan Anda adalah warga Singajaya. Setelah menunaikan ibadah, tiba-tiba wakil bupati datang menyapa, membuka ruang dialog. Ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bukti komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat. Jaro Ade, mewakili Bupati Bogor Rudi Susmanto, menegaskan bahwa Jumling adalah cara efektif untuk mendengar langsung keluh kesah, harapan, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Ini penting, karena seringkali, jarak antara pembuat kebijakan dan warga begitu lebar.
Jaro Ade tak hanya hadir sebagai tamu. Ia membawa serta bantuan untuk DKM, marbot, dan amil. Gestur ini bukan hanya soal materi, tapi juga simbol penghargaan atas peran penting mereka dalam kehidupan beragama dan sosial masyarakat.
Aspirasi Warga: Dari Infrastruktur hingga Insentif
Lantas, apa yang menjadi fokus perhatian warga Singajaya? Rupanya, ada banyak hal. Mulai dari kebutuhan infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan fasilitas umum, hingga isu yang lebih spesifik seperti penambahan kuota Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Tak ketinggalan, pembangunan ruang kelas baru, serta insentif bagi para guru ngaji dan kyai di desa juga menjadi perhatian. Ini menunjukkan, aspirasi warga begitu beragam, mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Contohnya, jika jalan rusak, aktivitas ekonomi terhambat. Jika sekolah kekurangan ruang, kualitas pendidikan terpengaruh.
Jaro Ade merespons dengan cepat. Ia berjanji akan menindaklanjuti semua aspirasi tersebut. Ini bukan sekadar janji manis. Ini adalah komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang berpihak pada rakyat, yang dimulai dari mendengar apa yang menjadi kebutuhan mereka. Hal ini penting karena aspirasi warga adalah ‘bahan bakar’ pembangunan.
Masa Depan Bogor: Pelayanan Publik dan Keadilan Sosial
Lebih jauh, Jaro Ade juga menyinggung visi dan misi pemerintah daerah. Fokusnya jelas: pelayanan publik yang lebih baik, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, serta keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Ini adalah fondasi penting untuk membangun Bogor yang lebih maju dan sejahtera. Apalagi, Kabupaten Bogor punya tantangan kompleks. Populasi besar, wilayah luas, dan keragaman budaya. Dengan fokus yang tepat, harapan warga akan pembangunan bisa terwujud.
Jaro Ade juga menekankan kesiapan Pemkab Bogor mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, yang akan mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Apa Artinya Bagi Anda?
Jumling ini bukan hanya berita lokal. Ini adalah cerminan bagaimana pemerintah daerah seharusnya bekerja: hadir, mendengar, dan bertindak. Bagi Anda, sebagai warga Bogor, ini adalah pengingat bahwa suara Anda didengar. Bahwa aspirasi Anda memiliki arti. Ini juga pengingat bahwa pembangunan adalah kerja bersama, antara pemerintah dan masyarakat.
Apakah Anda memiliki aspirasi yang ingin disampaikan? Apakah lingkungan Anda sudah merasakan dampak positif dari program pemerintah? Mari, kita jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus membangun Bogor yang lebih baik.