EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, harapan baru bagi para pejalan kaki muncul. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Taman Sari, bergerak tegas dengan mendirikan pos jaga. Tujuannya jelas: mengakhiri permainan kucing-kucingan antara pedagang kaki lima dan pengendara motor dengan aturan, serta memastikan trotoar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Bayangkan Anda berjalan santai di Glodok, menikmati suasana khasnya. Namun, bayangan indah itu buyar ketika trotoar dipenuhi lapak dagang dan parkir liar. Kondisi ini bukan hanya mengganggu, tapi juga membahayakan pejalan kaki, memaksa mereka berbagi jalan dengan kendaraan bermotor yang ramai. Inilah realita yang ingin diubah oleh Satpol PP.
Sejak Rabu, 25 Februari 2026, dua tenda pos pengamanan berdiri kokoh di kawasan tersebut. Ini bukan sekadar formalitas. Kehadiran mereka adalah sinyal kuat bahwa penertiban akan dilakukan secara intensif. Kepala Satpol PP Kecamatan Taman Sari, Goodman Sidabutar, menegaskan komitmen ini, bukan hanya saat Ramadan, tapi juga untuk jangka panjang. Tujuannya satu: mengembalikan fungsi trotoar sebagai jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman.
Apa Artinya Bagi Anda?
Dampak langsungnya? Trotoar yang lebih lega dan aman. Anda bisa berjalan kaki tanpa harus khawatir terserempet motor atau berdesakan dengan pedagang. Anak-anak bisa bermain dengan lebih leluasa, lansia bisa berjalan-jalan tanpa kesulitan. Singkat kata, kualitas hidup di kawasan Glodok akan meningkat.
Contoh konkretnya sudah terlihat. Pada hari penertiban, Satpol PP menindak tegas pelanggar. Sebanyak 20 motor dicabut pentilnya, dan para pedagang diarahkan untuk tidak lagi berjualan di trotoar. Respons masyarakat pun positif. Banyak warga yang mengapresiasi langkah tegas ini, merasa senang trotoar kembali berfungsi.
Mengapa Ini Lebih dari Sekadar Penertiban?
Ini adalah tentang menciptakan ruang publik yang berkeadilan. Trotoar, sejatinya, adalah milik bersama. Ia harus dihormati sebagai ruang bagi pejalan kaki, bukan hanya tempat mencari nafkah atau parkir liar. Langkah Satpol PP ini adalah upaya untuk mengembalikan hak pejalan kaki, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.
Latar belakangnya juga penting. Glodok adalah kawasan bersejarah yang kaya akan budaya dan kehidupan. Namun, kesemrawutan di trotoar seringkali mengurangi keindahan dan kenyamanan kawasan tersebut. Dengan menertibkan trotoar, Satpol PP juga turut menjaga citra Glodok sebagai destinasi yang menarik dan ramah bagi semua.
Ke Depan, Apa yang Perlu Diperhatikan?
Tentu saja, keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada kehadiran pos jaga. Perlu ada edukasi dan kesadaran dari semua pihak. Pedagang perlu diberikan solusi alternatif, pengendara perlu lebih disiplin, dan masyarakat perlu terus mendukung upaya penertiban.
Bagaimana nasib Glodok ke depannya? Akankah trotoar kembali menjadi milik pejalan kaki sepenuhnya, ataukah kucing-kucingan akan terus berlanjut? Jawabannya ada di tangan kita semua.