EventBogor.com – Kabar baik bagi pejalan kaki di kawasan Pecinan Glodok! Mulai hari ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Taman Sari menunjukkan ketegasan dalam menertibkan trotoar yang selama ini ‘dikuasai’ oleh pedagang dan parkir liar. Penertiban ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan komitmen berkelanjutan untuk mengembalikan hak pejalan kaki.
Glodok: Dulu dan Sekarang
Bayangkan Anda berjalan santai menikmati suasana Glodok. Dulu, langkah Anda mungkin terhambat oleh gerobak pedagang, motor yang parkir sembarangan, atau bahkan lapak-lapak yang memenuhi trotoar. Kini, pemandangan itu perlahan berubah. Satpol PP Taman Sari tidak memberi ruang kompromi bagi pelanggar. Mereka secara rutin melakukan penertiban, mulai dari penindakan terhadap pedagang kaki lima hingga pencabutan pentil motor yang parkir di area terlarang.
Mengapa Ini Penting?
Kenapa penertiban ini krusial? Trotoar adalah hak pejalan kaki. Fungsinya adalah untuk memberikan ruang aman dan nyaman bagi mereka yang berjalan kaki. Ketika trotoar beralih fungsi menjadi area berjualan atau parkir, maka pejalan kaki terpaksa berjalan di jalan raya yang berbahaya. Penertiban ini bukan hanya soal penegakan aturan, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan.
Apa yang Sudah Dilakukan?
Sejak Senin dan Selasa, Satpol PP telah melakukan penertiban di Pancoran Glodok. Pada hari ini, penertiban semakin digencarkan. Hasilnya? Puluhan motor telah ditindak, pentilnya dicabut, dan pedagang diarahkan untuk tidak lagi berjualan di trotoar dan bahu jalan. Goodman Sidabutar, Kepala Satpol PP Kecamatan Taman Sari, menegaskan bahwa penertiban ini akan terus dilakukan secara intensif. Bahkan, mereka telah mendirikan dua tenda posko pengamanan untuk mengantisipasi aksi kucing-kucingan dari para pedagang.
Apa Artinya Bagi Anda?
Bagi Anda yang seringkali berjalan kaki di Glodok, ini adalah angin segar. Anda akan merasakan pengalaman berjalan kaki yang lebih nyaman, aman, dan tertib. Anda tidak lagi harus berdesak-desakan dengan kendaraan atau menghindari tumpukan barang dagangan. Penertiban ini adalah langkah awal menuju lingkungan yang lebih baik bagi pejalan kaki.
Respons Warga
Menariknya, penertiban ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat juga merindukan trotoar yang berfungsi sebagaimana mestinya. Ini adalah kolaborasi positif antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Ke Depan
Tentu saja, penertiban ini bukanlah solusi sekali jadi. Perlu adanya pengawasan yang berkelanjutan, edukasi kepada pedagang, dan penegakan hukum yang konsisten. Namun, langkah awal yang tegas ini memberikan harapan besar bagi masa depan Glodok yang lebih ramah pejalan kaki.
Apakah Anda setuju bahwa penertiban trotoar adalah langkah yang tepat? Bagaimana menurut Anda, apakah ada solusi lain yang bisa diterapkan untuk menertibkan kawasan Glodok?