Bayangkan ini: investasi macet, pembangunan tertunda, impian warga terancam. Itulah gambaran singkat jika masalah lahan di dua kecamatan ini tak segera ditangani. Isu lahan, layaknya urat nadi pembangunan, harus dijaga kesehatannya. Jika tidak, roda perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa tersendat.
Polemik Lahan Jasinga: Aset Daerah yang Minta ‘Dibereskan’
Di Jasinga, fokus utama tertuju pada lahan seluas 4,2 hektar milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor di Desa Tegalwangi. Anggota DPRD, Dede Suhendra, mengungkapkan bahwa ada ‘ketidaksesuaian letak dan batas’ yang menjadi sumber masalah. Warga setempat bahkan mendesak agar ada penertiban. Ini bukan sekadar urusan administrasi. Lebih dari itu, menyangkut kepastian hukum dan hak-hak masyarakat. Skenario sederhana: Jika masalah ini berlarut, potensi investasi di wilayah tersebut bisa terhambat. Proyek pembangunan yang sudah direncanakan bisa jadi mangkrak, dan kepercayaan investor bisa luntur. Bayangkan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi lokal!