EventBogor.com – Di tengah hangatnya bulan Ramadan, kabar datang dari Mabes Polri. Hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, ribuan personel polisi dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Sebuah upaya untuk memastikan aspirasi mahasiswa tersampaikan dengan damai, tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ramainya Aksi, Prioritas Keamanan
Sebanyak 3.992 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan jajaran polres setempat siap siaga mengamankan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah komitmen nyata untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama di bulan suci Ramadan. Bayangkan, betapa pentingnya menjaga ketertiban saat umat muslim menjalankan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan lainnya. Kehadiran polisi di berbagai titik strategis menjadi garda terdepan, memastikan hak menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu aktivitas publik.
Humanis dan Prosedural: Pendekatan Polri
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan dengan pendekatan humanis. Ini berarti, polisi hadir bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Mereka akan mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum secara humanis. Tentu saja, ini bukan berarti polisi akan membiarkan pelanggaran. Tetapi, penekanan pada dialog, komunikasi yang baik, dan pendekatan persuasif akan menjadi ciri khas pengamanan kali ini.
Lalu Lintas dan Antisipasi: Demi Kelancaran Bersama
Selain pengamanan, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terkait lalu lintas. Rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Tujuannya jelas: mencegah kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas warga, terutama di bulan Ramadan. Ini adalah bentuk perhatian polisi terhadap kepentingan masyarakat luas.
Apa Artinya Bagi Kita?
Aksi unjuk rasa ini adalah bagian dari demokrasi. Mahasiswa menyuarakan aspirasi, sementara polisi bertugas memastikan semuanya berjalan lancar. Sebagai warga negara, kita memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban. Mari kita dukung upaya semua pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif, di mana hak-hak warga negara terlindungi, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Refleksi: Mencari Keseimbangan
Kita semua tentu berharap aksi unjuk rasa ini berjalan damai dan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik. Pertanyaannya, bagaimana kita, sebagai masyarakat, bisa turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang kondusif? Bagaimana kita bisa menyeimbangkan antara hak untuk menyampaikan pendapat dan kewajiban untuk menjaga ketertiban umum? Semoga, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita semua dapat menemukan jawabannya.