EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan banjir. Minggu, 8 Maret 2026, cuaca ekstrem mengguyur ibu kota, mengakibatkan meluasnya genangan air di berbagai wilayah. Ratusan Rukun Tetangga (RT) dan ruas jalan terendam, memaksa warga beradaptasi dengan situasi yang tak kunjung membaik. Pertanyaannya, seberapa parah dan apa yang bisa kita lakukan?
Banjir Meluas: Angka dan Fakta di Balik Genangan
Hingga pukul 12.00 WIB, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 148 RT dan 20 ruas jalan yang tergenang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga mencapai 1,5 meter. Bayangkan, itu seukuran orang dewasa! Ini bukan sekadar genangan biasa, ini adalah tantangan serius bagi aktivitas sehari-hari warga Jakarta.
Jakarta Timur menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan 60 RT terendam. Kelurahan Kampung Melayu bahkan mencatatkan ketinggian air hingga 125 cm. Jakarta Selatan menyusul dengan 55 RT tergenang, beberapa titik bahkan mencapai 1,5 meter. Jakarta Barat tak luput, dengan 33 RT terendam, dan Kelurahan Rawa Buaya menjadi yang terparah dengan ketinggian air 1,2 meter. Data ini menggambarkan skala masalah yang nyata, bukan hanya angka-angka statistik semata.
Mengapa Ini Penting Sekarang? Bukan Sekadar Cuaca Buruk
Banjir bukan hanya soal hujan deras. Ini adalah cerminan dari kompleksitas masalah perkotaan, mulai dari tata ruang yang kurang ideal, sistem drainase yang belum memadai, hingga perubahan iklim yang semakin ekstrem. Kita tidak bisa lagi hanya menyalahkan cuaca. Kita harus melihat lebih dalam, mencari solusi yang lebih komprehensif. Ini adalah panggilan untuk tindakan, bukan hanya sekadar keluhan.