EventBogor.com – Di antara hiruk pikuk perbatasan Jawa Barat dan Banten, sebuah kerinduan mencuat dari Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Ketua Karang Taruna setempat, Mulya Diva, menyuarakan kebutuhan mendesak: pembangunan gapura atau tugu perbatasan. Sebuah tanda pengenal yang selama ini absen, kini menjadi harapan, sebuah penanda identitas yang jelas bagi warga.
Bayangkan Anda sedang melintas, entah dari Jawa Barat menuju Banten, atau sebaliknya. Di mana persisnya batas antara dua provinsi ini? Bagi sebagian besar warga, jawabannya bisa jadi samar. Inilah yang ingin diubah oleh Mulya Diva. “Banyak masyarakat yang tidak tahu letak dan titik pemisah atau batas Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten,” ujarnya. Kekosongan ini bukan hanya soal arah jalan, tapi juga soal identitas dan kebanggaan.
Hilangnya Identitas di Perbatasan
Kenapa ini penting? Gapura atau tugu perbatasan lebih dari sekadar monumen. Ia adalah penanda, sebuah pernyataan bahwa Anda telah memasuki wilayah lain. Ini adalah bentuk pengakuan visual, sebuah ‘selamat datang’ yang menandakan perubahan. Di Kecamatan Gunungsindur, misalnya, gapura perbatasan sudah berdiri kokoh. Namun, di Rumpin, yang berbatasan langsung dengan Cisauk, Tangerang Selatan, hal itu belum terwujud. Sebuah ironi, bukan?
Ozos, sapaan akrab Mulya Diva, menambahkan, “Gapura ini bagian dari pada identitas daerah.” Ia telah mengusulkan hal ini, dan respons positif datang dari Camat Rumpin. Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah, baik Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Bogor.
Apa Artinya Bagi Warga?
Dampaknya sangat praktis. Pertama, kejelasan. Warga tidak lagi bingung menentukan di mana mereka berada. Kedua, kebanggaan. Gapura bisa menjadi simbol kebanggaan daerah, sebuah ‘gerbang’ yang menyambut kedatangan, sekaligus mempertegas identitas. Ketiga, potensi ekonomi. Gapura yang menarik bisa menjadi daya tarik tersendiri, bahkan menjadi spot foto yang menarik perhatian.
Skenario yang bisa dibayangkan: sebuah keluarga berwisata, melintasi perbatasan, berhenti sejenak di depan gapura, berfoto bersama. Atau, seorang pengusaha yang hendak berinvestasi, mendapatkan kesan pertama yang lebih baik karena ada penanda yang jelas dan terawat. Sebuah gapura, pada akhirnya, adalah tentang lebih dari sekadar batu dan semen. Ini adalah tentang membangun komunitas, memperkuat identitas, dan menciptakan ruang yang lebih baik bagi semua.
Langkah Selanjutnya: Realisasi Harapan
Camat Icang Aliudin telah menyampaikan usulan ini kepada Bupati Bogor. Harapannya, impian ini segera terwujud. Kita semua berharap, agar gapura perbatasan ini bukan hanya menjadi wacana, tetapi menjadi kenyataan. Sebuah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap warganya. Sebuah simbol perbatasan yang bukan hanya memisahkan, tetapi juga menyatukan.
Mungkinkah kita segera melihat gapura megah berdiri kokoh di perbatasan Rumpin dan Cisauk? Akankah harapan ini menjadi kenyataan, ataukah hanya akan menjadi cerita yang terlupakan? Waktu akan menjawab.