Pramono Anung sendiri mempertanyakan keterlibatan PPSU dalam kasus ini. Ia menduga ada pihak lain yang bermain di balik layar, memanfaatkan PPSU sebagai kambing hitam. “PPSU-nya pasti bukan orang yang melakukan atau memanipulasi tentang AI-nya,” tegasnya. Ia meminta Inspektorat untuk mencari aktor utama yang terlibat dalam manipulasi foto dan pengunggahnya.
Apa Artinya Bagi Warga Jakarta?
Dampaknya jelas terasa. Pertama, kepercayaan masyarakat pada pemerintah menurun. Kedua, masalah riil di lapangan tidak terselesaikan. Parkir liar tetap merajalela, mengganggu ketertiban umum. Ini juga membuka peluang bagi praktik-praktik korupsi lain yang lebih besar. Jika urusan kecil seperti ini saja bisa dimanipulasi, bagaimana dengan yang lebih besar?
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, juga angkat bicara. Ia menyesalkan kejadian ini dan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap Kelurahan Kalisari. Ini adalah langkah awal yang baik, tetapi yang terpenting adalah proses investigasi yang transparan dan akuntabel.
Menuju Penyelesaian yang Tuntas
Kasus ini menuntut penyelesaian yang komprehensif. Inspektorat harus bekerja keras, mengungkap siapa dalang di balik layar, dan memberikan sanksi tegas. Ini bukan hanya tentang menghukum pelaku, tetapi juga tentang memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak. Bahwa dalam pemerintahan, kejujuran dan integritas adalah segalanya. Bahwa masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan jujur.