Namun, di balik pujian, ada peringatan keras. Pemprov DKI Jakarta tidak main-main dengan praktik curang. Jika ditemukan adanya manipulasi, termasuk penggunaan AI yang tidak semestinya, mereka akan mengambil tindakan tegas. Ini seperti pepatah, ‘Siapa yang bermain curang, dia akan keluar dari permainan’. Jakarta ingin memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Contoh konkretnya? Bayangkan sebuah laporan jalan rusak yang ‘diakali’ agar seolah-olah sudah diperbaiki, padahal tidak. Atau, laporan yang sengaja diabaikan. Ini adalah bentuk pelanggaran yang tidak ditolerir. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga integritas layanan publik. Ini bukan hanya slogan, tetapi sebuah janji.