Saat kita merayakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, kita seringkali lupa untuk menoleh pada mereka yang tertinggal. Kisah Watni mengingatkan kita bahwa pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang inklusif. Pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat. Ini bukan hanya masalah moral, tetapi juga masalah stabilitas sosial. Ketimpangan yang dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi bom waktu yang siap meledak.
Potret Ketimpangan: Lebih dari Sekadar Rumah
Bram, pemuda Bogor Barat dari Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP), menyuarakan keprihatinan yang mendalam. Ia melihat langsung bagaimana rumah Watni menjadi representasi dari ketidakadilan. Ini bukan hanya soal kondisi rumah yang tak layak huni, tetapi juga soal akses terhadap fasilitas dasar, pendidikan, dan kesehatan. Ini adalah soal kesempatan hidup yang berbeda. Bram mengingatkan kita bahwa pembangunan seharusnya membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir orang.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?