Tentu saja, mewujudkan pembangunan yang inklusif bukanlah perkara mudah. Diperlukan komitmen kuat dari pemerintah daerah, partisipasi aktif dari masyarakat, serta pengawasan yang ketat terhadap jalannya pembangunan. Kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. Kita perlu memastikan bahwa kisah Watni tidak lagi menjadi potret buram di tengah gemerlap pembangunan.
Pertanyaan Reflektif
Akankah Tenjo menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan dapat mensejahterakan seluruh warganya? Atau, akankah ketimpangan terus merajalela di tengah gemerlap perumahan mewah? Jawabannya ada di tangan kita semua.