Novel ini dikenal dengan gaya slice of life yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kisah-kisah tentang kehilangan, harapan, dan perjuangan hidup menjadi tema utama. Kuntz Agus, sang sutradara, menegaskan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada karakter yang kuat dan relatable. Artinya, penonton akan mudah menemukan diri mereka, atau orang-orang terdekat mereka, dalam cerita ini. Hal ini penting, karena cerita yang mampu membuat kita merasa ‘terhubung’ jauh lebih membekas.