Lebih dari Sekadar Absensi
Tri Adhianto juga menyoroti aspek integritas. Beliau mengecam keras ASN yang memanfaatkan WFH untuk melakukan aktivitas di luar kedinasan, apalagi jika menggunakan kendaraan dinas. Ini jelas pelanggaran berat. Pemerintah memang memberikan ruang fleksibilitas, tapi bukan berarti ASN bisa seenaknya sendiri. Mereka tetap dituntut memiliki tanggung jawab dan tetap melayani masyarakat.
Sebagai contoh, ada ASN yang seharusnya bekerja dari rumah, tapi malah asyik jalan-jalan ke luar kota. Atau, ada yang menggunakan waktu WFH untuk kepentingan pribadi. Hal-hal seperti ini jelas tidak dibenarkan. WFH seharusnya meningkatkan efisiensi kerja, bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa dampaknya bagi masyarakat? Jelas, pelayanan publik yang terganggu. Jika ASN tidak disiplin, kinerja pemerintah akan menurun. Urusan administrasi bisa jadi berantakan, perizinan bisa molor, dan masyarakat yang menjadi korban. Ujung-ujungnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa luntur.
Latar belakang kebijakan WFH ini juga penting untuk dipahami. Kebijakan ini merupakan upaya untuk mendukung ketahanan energi nasional dan mendorong pola kerja yang lebih produktif. WFH adalah langkah adaptif, yang memungkinkan ASN tetap bekerja meski ada tantangan seperti kemacetan atau masalah transportasi. Namun, efektivitas WFH sangat bergantung pada disiplin dan tanggung jawab ASN.