EventBogor.com – Kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar Rp36.000 ternyata tak mampu membendung minat konsumen. Penjualan tetap stabil, bahkan beberapa pangkalan justru kelebihan stok. Ada apa gerangan?
Harga Naik, Permintaan Tak Surut?
Bayangkan Anda baru saja mengetahui harga elpiji 12 kg naik. Reaksi pertama mungkin kaget, kan? Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit. Namun, kenyataannya di lapangan berkata lain. Kenaikan harga 5% pada elpiji non-subsidi ini seolah tak berbekas pada para konsumen.
Di sebuah pangkalan elpiji di kawasan Lapan, Jakarta Timur, pemiliknya, Afifah, justru mengaku kebanjiran pasokan. “Sejauh ini ga ada si, malah banjir pengirimannya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penjualan harian tetap stabil, bahkan cenderung sama seperti sebelum harga naik. Konsumen seolah tak peduli dengan perubahan harga, tetap membeli kebutuhan pokok mereka.
Hal serupa dialami oleh Bagus, pegawai pangkalan elpiji di Gandaria III, Jakarta Timur. Ia juga merasakan dampak yang sama. Penjualan tetap normal, bahkan bisa mencapai empat hingga lima tabung per hari. Kenaikan harga, bagi mereka, seolah hanya angka belaka.