Di Indonesia, meski tidak ada bunga moss pink yang tumbuh alami, fenomena ini tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari kalender astronomi tahunan.
Pengamatan bisa dimulai sejak matahari terbenam pada 1 April, karena saat itu bulan sudah tampak hampir penuh dan semakin terang sepanjang malam.
Waktu terbaik untuk melihatnya adalah sekitar pukul 18.30 hingga 21.00 WIB, ketika bulan baru saja terbit dan posisinya masih rendah di ufuk timur.
Beberapa orang melaporkan bahwa bulan saat terbit terlihat lebih besar dan sedikit kemerahan karena efek atmosfer Bumi.
Ini bukan karena warna aslinya, tapi karena cahaya bulan menembus lapisan udara yang lebih tebal saat dekat horizon.
Jadi, meskipun tidak merah muda sungguhan, momen seperti ini bisa terasa magis dan layak diabadikan.
Bagi pencinta fotografi langit, ini adalah kesempatan emas untuk mengambil gambar bulan dengan latar belakang siluet pepohonan atau gedung.
Cukup gunakan kamera ponsel dengan mode malam atau zoom optik, dan tahan perangkat sebentar agar hasilnya tidak blur.
Selain Pink Moon, April 2026 juga akan menghadirkan sejumlah fenomena astronomi menarik lainnya, termasuk hujan meteor Lyrids yang puncaknya diperkirakan terjadi pekan setelahnya.
Jadi, catat tanggalnya, ajak keluarga atau teman, dan nikmati keindahan alam semesta tanpa harus keluar rumah jauh-jauh.