Meski sunnah, puasa ini sangat dianjurkan karena diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Tidak ada bacaan niat khusus yang mutlak harus dibaca, tapi umumnya umat menggunakan lafadz berikut saat berniat berpuasa.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى yang artinya “Aku berniat puasa hari-hari putih karena Allah Ta’ala.”
Niat ini cukup diucapkan dalam hati saat sahur atau sebelum matahari terbit.
Secara tata cara, puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda jauh dengan puasa sunnah lainnya.
Yang perlu dilakukan adalah berniat sebelum fajar, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dan memperbanyak amalan baik selama berpuasa.
Banyak yang memilih melengkapinya dengan membaca Al-Qur’an, sedekah, atau dzikir agar pahalanya bertambah.
Amalan ini bisa dilakukan berturut-turut atau tidak, meski yang lebih utama adalah secara berurutan.
Bagi yang ingin menyempurnakan ibadah di bulan Syawal 1447 H, puasa Ayyamul Bidh jadi pelengkap yang sangat tepat.
Selain Ayyamul Bidh, April 2026 juga masih menyimpan kesempatan untuk puasa sunnah lain seperti puasa Syawal atau puasa Senin-Kamis.