Jadi bagi yang belum sempat puasa di awal, masih punya waktu hingga akhir bulan untuk menunaikannya.
Niat puasa Syawal sendiri cukup sederhana: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati syawaala minal ssa’a, lillahi ta’aala’.
Artinya: Aku berniat puasa esok hari karena menunaikan sunnah bulan Syawal, mulai sekarang, karena Allah Ta’ala.
Cukup dibaca dalam hati sebelum fajar, dan ibadah pun sah dilaksanakan.
Selain puasa Syawal, bulan Mei 2026 juga menjadi waktu yang baik untuk melanjutkan amalan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh yang jatuh di pertengahan bulan.
Banyak yang memanfaatkan momentum ini untuk menjaga ritme ibadah pasca-Ramadan agar tidak langsung drop.
Bagi sebagian orang, puasa sunnah juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan dan pola makan setelah sebulan penuh berpuasa.
Tak sedikit yang merasa lebih ringan secara fisik dan mental saat terus menjalankan puasa sunnah meski Ramadan sudah usai.
Kabar baiknya, BAZNAS dan berbagai lembaga keagamaan sudah mulai menyosialisasikan jadwal lengkap puasa sunnah ini agar mudah diakses oleh masyarakat.
Informasi ini juga tersebar luas di platform digital seperti Google News, WhatsApp Channel, dan media sosial seperti Pinterest, memudahkan umat untuk mengingat dan mengamalkannya.