Parade langka ini terjadi karena posisi orbit planet-planet yang sejajar dari pandangan Bumi.
Sementara itu, pencinta meteor bisa bersiap untuk Hujan Meteor Lyrid yang aktif dari 16 hingga 25 April, dengan puncak pada 22 April dini hari.
Lyrid bisa menghasilkan sekitar 10–20 meteor per jam, dan kondisi gelap tanpa gangguan cahaya bulan sangat membantu pengamatan.
Fenomena langit memang selalu menarik karena mengingatkan kita betapa luasnya alam semesta.
Banyak yang memanfaatkan momen ini buat foto-foto langit, meditasi, atau sekadar menikmati ketenangan malam.
Untuk pengamatan terbaik, cari lokasi yang jauh dari polusi cahaya, seperti dataran tinggi atau area pedesaan.
Tak perlu teleskop atau peralatan khusus—mata telanjang dan sedikit kesabaran sudah cukup.
BRIN juga mengimbau masyarakat agar mencatat waktu dan lokasi pengamatan sebagai bentuk partisipasi sains warga.
Siapa tahu kamu bisa menangkap detail yang nggak terduga di tengah kegelapan.
April 2026 memang jadi bulan yang seru buat para pencinta langit, baik yang serius maupun sekadar penasaran.