EventBogor.com – Jakarta bersiap menghadapi perubahan signifikan di salah satu arteri utamanya, Jalan HR Rasuna Said. Mulai hari ini, Rabu, 14 Januari 2026, pembongkaran tiang-tiang monorel yang telah lama mangkrak resmi dimulai. Keputusan ini diambil setelah penantian panjang selama 22 tahun, menjadi babak baru dalam sejarah transportasi Jakarta.
Pembongkaran ini bukan hanya sekadar pekerjaan konstruksi, tetapi juga simbol dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan proyek yang terhenti dan memberikan wajah baru bagi kota. Latar belakang proyek monorel ini sendiri menarik, dimulai dengan harapan besar untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Namun, berbagai kendala teknis, finansial, dan administratif membuat proyek ini terhenti di tengah jalan, menyisakan tiang-tiang beton yang berdiri kokoh namun tak berfungsi, menjadi pengingat kegagalan sekaligus tantangan bagi masa depan transportasi kota.
Rekayasa Lalu Lintas: Antisipasi Kemacetan
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak pembongkaran terhadap arus kendaraan. Kombes Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan bersifat situasional, dengan rencana pembongkaran dilakukan pada malam hari dan di jalur lambat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas lalu lintas pada jam sibuk.
Personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah disiagakan di sekitar lokasi pembongkaran untuk mengatur lalu lintas dan memberikan informasi kepada pengguna jalan. Pengendara diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Selain itu, pengguna jalan diharapkan mencari jalur alternatif jika memungkinkan, terutama pada malam hari saat pembongkaran berlangsung.
Proses Pembongkaran: Bertahap dan Terukur
Proses pembongkaran tiang monorel akan dilakukan secara bertahap. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar. Biaya pembongkaran diperkirakan mencapai Rp254 juta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya revitalisasi kawasan dan memberikan ruang bagi pengembangan infrastruktur lainnya.
Pembongkaran ini menjadi momen penting bagi warga Jakarta, terutama mereka yang sering melewati Jalan HR Rasuna Said. Setelah bertahun-tahun melihat tiang-tiang monorel yang terbengkalai, akhirnya ada harapan baru untuk perubahan. Diharapkan, setelah pembongkaran selesai, kawasan tersebut akan menjadi lebih tertata dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Saksi Sejarah: Hadirnya Tokoh Penting
Peresmian pembongkaran tiang monorel ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso (Bang Yos), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Patris Yusrian Jaya, dan perwakilan KPK. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya peristiwa ini bagi sejarah kota Jakarta.
Bang Yos, yang juga memiliki peran dalam proyek monorel, mengungkapkan rasa lega atas dimulainya pembongkaran. Ia berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pembongkaran ini menjadi simbol harapan baru untuk masa depan transportasi Jakarta yang lebih baik.
Dengan dimulainya pembongkaran tiang monorel ini, Jakarta memulai babak baru dalam sejarah transportasi dan pembangunan kotanya. Masyarakat diharapkan dapat mendukung dan berpartisipasi dalam upaya ini demi menciptakan lingkungan yang lebih baik dan transportasi yang lebih efisien.