EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, setelah seorang pengemudi taksi online ditemukan tak bernyawa di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor pada Rabu, 14 Januari 2026. Peristiwa tragis ini menambah daftar insiden yang mengingatkan kita akan rapuhnya hidup, sekaligus menyoroti pentingnya kesadaran terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi seperti para pengemudi transportasi publik.
Kisah ini bermula dari laporan seorang warga kepada petugas keamanan perumahan Graha Laras. Saksi mata melihat seorang pengemudi taksi online terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan di tepi jalan. Tanpa membuang waktu, petugas keamanan segera meluncur ke lokasi kejadian, berusaha memberikan bantuan yang mungkin bisa diberikan.
Kronologi Mencekam: Dari Permintaan Tolong hingga Kabar Duka
Setibanya di lokasi, petugas keamanan mendapati sebuah mobil dengan nomor polisi B 1109 DOC terparkir di tepi jalan. Di samping mobil tersebut, tergeletak seorang pria yang kemudian diketahui berinisial IS, seorang pengemudi taksi online berusia 49 tahun. Kondisi IS saat itu sudah tidak sadarkan diri. Dengan sigap, petugas keamanan menghubungi Polsek Sukaraja untuk penanganan lebih lanjut, berharap ada harapan untuk menyelamatkan nyawa korban.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan tindakan cepat dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, harapan sirna ketika dokter yang memeriksa menyatakan bahwa IS telah meninggal dunia. Kabar duka ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dan rekan kerja korban.
Kompol Wagiman, Kapolsek Sukaraja, mengonfirmasi kejadian tersebut, menjelaskan bahwa korban sempat mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tak tertolong. “Sesampainya di TKP, korban langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelas Kompol Wagiman, menguatkan rasa kehilangan yang mendalam.
Dugaan Penyebab Kematian: Serangan Jantung Mengakhiri Segalanya
Proses penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini mengarah pada dugaan kuat bahwa penyebab kematian adalah masalah kesehatan. Berdasarkan keterangan awal, IS diketahui hendak memulai aktivitasnya sebagai pengemudi taksi online sebelum insiden terjadi. Tragisnya, niat baik untuk mencari nafkah justru berujung pada peristiwa yang tak diinginkan.
Dugaan sementara, IS meninggal dunia akibat serangan jantung. Hal ini diperkuat oleh kesaksian beberapa orang yang melihat korban turun dari mobil sambil meminta pertolongan sebelum akhirnya tak sadarkan diri. “Menurut keterangan saksi, korban turun dari mobil sambil minta tolong. Saat didekati, korban sudah tidak bernyawa. Diperkirakan meninggal karena sakit jantung,” pungkas Kompol Wagiman.
Kematian mendadak ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi, seperti mereka yang bekerja dengan mobilitas tinggi atau memiliki riwayat penyakit jantung. Kita juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap gejala-gejala penyakit jantung dan segera mencari pertolongan medis jika diperlukan. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.