EventBogor.com – Kabar baik datang dari dunia pertambangan Kabupaten Bogor. Setelah pertemuan penting yang digelar di Pendopo Bupati Bogor pada Selasa (13/1/2026) malam, angin segar berhembus bagi para pengusaha tambang. Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tambang Batuan Indonesia (ATBI), Muhammad Normansyah, mengungkapkan hasil pertemuan yang menjanjikan, membuka harapan baru bagi kelangsungan bisnis tambang di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan sebuah langkah konkret untuk mencari solusi atas penutupan operasional tambang di beberapa wilayah strategis seperti Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin. Penutupan ini tentu saja memberikan dampak signifikan bagi para pengusaha tambang dan juga perekonomian daerah. Oleh karena itu, langkah kolaboratif yang ditempuh oleh para pemangku kepentingan ini patut diapresiasi.
Kolaborasi Kunci Pembukaan Kembali Tambang
Salah satu poin penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk membangun jalan tambang secara kolaboratif. Ini bukan sekadar ide, melainkan sebuah strategi yang sangat krusial. Pembangunan jalan tambang, yang merupakan infrastruktur vital bagi kegiatan operasional, akan dilakukan bersama-sama oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dan para pengusaha tambang. Langkah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha dalam upaya mencari solusi bersama.
Mengapa kolaborasi ini begitu penting? Muhammad Normansyah, yang akrab disapa Bisma, menjelaskan bahwa jika pembangunan jalan tambang sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah, prosesnya bisa memakan waktu hingga dua tahun anggaran. Waktu yang cukup lama ini tentu saja menjadi tantangan berat bagi para pengusaha tambang yang harus terus menanggung biaya operasional dan menjaga keberlangsungan bisnis mereka. Dengan adanya kolaborasi, diharapkan proses pembangunan jalan tambang bisa dipercepat dan operasional tambang dapat segera dibuka kembali.
Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Perekonomian
Pembukaan kembali operasional tambang tidak hanya berdampak positif bagi para pengusaha, tetapi juga bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Bogor secara keseluruhan. Sektor pertambangan, jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, terbukanya kembali tambang juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan.
Namun, penting untuk diingat bahwa pengelolaan tambang harus tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pemerintah daerah dan pengusaha tambang harus memastikan bahwa kegiatan operasional dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk memperhatikan dampak lingkungan dan melakukan reklamasi pasca-penambangan. Keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Gubernur Jawa Barat Jadi Penentu Akhir
Setelah kesepakatan tercapai antara pengusaha tambang dan Pemkab Bogor, langkah selanjutnya adalah menyampaikan hasil kesepakatan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kesepakatan ini akan menjadi daya tawar bagi para pengusaha tambang untuk meminta izin agar operasional tambang di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin dapat dibuka kembali. Keputusan akhir tentu saja berada di tangan Gubernur.
“Jadi ini sudah sepakat, sudah dukung konsep kita mohon Bapak Gubernur untuk bisa mengizinkan kembali teman-teman di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin bisa beroperasi itu,” pungkas Normansyah. Pernyataan ini menunjukkan harapan besar dari para pengusaha tambang agar Gubernur Jawa Barat memberikan lampu hijau untuk membuka kembali operasional tambang. Keputusan ini akan menjadi penentu bagi kelanjutan bisnis tambang dan juga berdampak besar pada perekonomian Kabupaten Bogor.