EventBogor.com – Suasana hangat penuh antusiasme menyelimuti Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026) lalu. Bukan tanpa alasan, orang nomor satu di Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto, secara langsung hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di kelurahan tersebut. Kehadiran Rudy ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen pemerintah daerah untuk membangun dari bawah, menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak hanya duduk manis di belakang meja, melainkan benar-benar ingin mendengar dan memahami apa yang menjadi kebutuhan serta harapan warganya. Hal ini sangat penting karena pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang berakar pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar proyek yang digagas tanpa melihat realitas di lapangan. Melalui Musrenbang, masyarakat diberi kesempatan untuk berbicara, menyampaikan unek-unek, dan mengutarakan impian mereka untuk kemajuan wilayah.
Musrenbang: Jembatan Aspirasi Warga dan Pemerintah
Musrenbang kelurahan bukanlah sekadar acara formalitas belaka. Lebih dari itu, forum ini adalah jembatan yang menghubungkan aspirasi warga dengan pemerintah daerah. Di sinilah, warga bisa menyampaikan secara langsung apa yang mereka butuhkan, keluhan yang selama ini mereka rasakan, serta harapan-harapan besar untuk masa depan. Dengan adanya dialog terbuka seperti ini, pemerintah daerah dapat menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Rudy Susmanto dengan tegas menyampaikan pentingnya Musrenbang sebagai pintu awal perencanaan pembangunan. Ia menekankan bahwa melalui forum ini, pemerintah dapat memastikan setiap program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ini berarti, setiap usulan, ide, dan masukan dari warga akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan rencana pembangunan. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah daerah sangat peduli terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.
Dari Kelurahan ke APBD: Proses Panjang Menuju Perubahan
Proses penyusunan rencana pembangunan melalui Musrenbang memang tidak singkat. Usulan-usulan yang disampaikan dalam Musrenbang kelurahan akan dibahas lebih lanjut pada Musrenbang tingkat kecamatan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Setelah itu, hasilnya akan dirumuskan kembali dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Tahapan yang berjenjang ini memastikan bahwa setiap aspirasi warga dipertimbangkan secara matang dan terintegrasi dalam rencana pembangunan daerah. Hasil akhir dari seluruh proses ini akan dirumuskan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah daerah akan didasarkan pada kebutuhan dan harapan masyarakat yang telah diserap melalui Musrenbang.
Bupati Rudy Susmanto juga menekankan bahwa perencanaan pembangunan bukan hanya tentang program dan anggaran semata. Lebih dari itu, perencanaan pembangunan menyangkut keadilan sosial dan masa depan masyarakat Kabupaten Bogor secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan visi yang luas dari pemerintah daerah, yaitu membangun bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan juga membangun kehidupan sosial yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Komitmen untuk Pembangunan Berbasis Partisipasi
Sebagai penutup, Bupati Rudy Susmanto menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan partisipatif yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun program prioritas yang lahir dari bawah, dirasakan manfaatnya, dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Komitmen ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah benar-benar hadir untuk melayani dan membangun bersama masyarakat. Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan, diharapkan Kabupaten Bogor dapat menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.