Home News Daging Sapi Bikin Dompet Nangis: Pedagang Cibinong ‘Curhat’ Harga Naik Tak Berhenti!
News

Daging Sapi Bikin Dompet Nangis: Pedagang Cibinong ‘Curhat’ Harga Naik Tak Berhenti!

Share
Share

EventBogor.com – Kabar tak sedap datang dari Pasar Cibinong, di mana para pedagang daging sapi kini tengah menghadapi dilema pelik akibat harga daging yang terus melambung tinggi. Kenaikan harga yang terjadi berulang kali ini tak hanya membuat para pedagang pusing, tetapi juga membuat para pembeli mengeluh dan berpikir ulang untuk membeli daging sebagai lauk sehari-hari. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat daging sapi adalah salah satu sumber protein hewani yang penting bagi masyarakat.

Kenaikan harga daging sapi di Pasar Cibinong ini seolah menjadi lagu yang tak kunjung usai. Para pedagang kini harus menghadapi kenyataan pahit, di mana keuntungan mereka tergerus dan pelanggan mulai beralih ke pilihan lain. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di balik kenaikan harga daging sapi ini? Mengapa hal ini menjadi begitu krusial bagi para pedagang dan konsumen di Pasar Cibinong?

Kisah Pilu Embing: Kenaikan Harga yang Tak Kunjung Berhenti

Salah satu pedagang daging sapi yang merasakan langsung dampak kenaikan harga ini adalah Embing (57). Dengan nada lirih, Embing menceritakan bagaimana harga daging sapi yang ia jual kini telah mencapai Rp135.000 per kilogram. Kenaikan harga ini bukanlah yang pertama, melainkan sudah terjadi tiga kali dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, harga daging sapi berada di angka Rp120.000 per kilogram, yang kemudian naik sebesar Rp5.000 setiap kali kenaikan. Sungguh, sebuah angka yang cukup signifikan bagi para pedagang dan konsumen.

BACA JUGA :  Gaji Telat, Karyawan RSUD Bekasi Terjerat Pinjol! Kok Bisa?

“Naik terus kita bingung sama langganan, baru seminggu naik lagi naik lagi, kemarin kan (Rp) 120 nah naik 5 (ribu rupiah) sekarang naik lagi, tiga kali naik. Jadi gimana gitu,” keluh Embing saat ditemui di Pasar Cibinong pada Kamis (22/1/2026). Kenaikan harga yang terus-menerus ini tentu saja membuat Embing merasa kebingungan. Ia harus menghadapi pelanggan yang kerap kali mengeluhkan harga daging yang semakin mahal.

Embing juga mengungkapkan bahwa dirinya seringkali mendapat komentar dari para pembeli yang merasa keberatan dengan kenaikan harga daging yang begitu cepat. Para pembeli bahkan mempertanyakan bagaimana ia bisa menjual daging dengan harga yang semakin tinggi, sementara mereka juga harus menjualnya kembali di warung makan mereka. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Embing dalam menjalankan usahanya.

Badul Pasrah Hadapi Penurunan Pembeli

Tidak hanya Embing, pedagang daging lainnya bernama Badul (24) juga merasakan dampak serupa. Ia menjual daging dengan harga yang sama seperti Embing, yaitu Rp135.000 per kilogram. Badul mengakui bahwa kenaikan harga daging ini telah menyebabkan penurunan jumlah pembeli yang signifikan.

“Lebih menurun jauh,” kata Badul dengan pasrah saat ditemui di Pasar Cibinong. Ia menyadari bahwa kenaikan harga daging akan berdampak pada daya beli konsumen. Oleh karena itu, Badul memilih untuk pasrah dan berusaha memberikan penjelasan kepada para konsumen terkait penyebab naiknya harga daging. Dengan harapan, para pembeli dapat mengerti dan tetap membeli daging di lapaknya.

BACA JUGA :  Jakarta 'Tenggelam' Lagi! Cek Titik Banjir & Hindari Macet Parah!

Badul menjelaskan bahwa ia hanya bisa memberikan penjelasan kepada para konsumen. Jika pembeli mau mengerti dan membeli daging, ia bersyukur. Namun, jika tidak, ia hanya bisa menerimanya. Sikap pasrah ini mencerminkan betapa sulitnya para pedagang daging sapi menghadapi situasi ini. Mereka terjebak dalam kondisi di mana harga jual mereka ditentukan oleh harga beli dari pemasok, sementara daya beli konsumen terus menurun.

Dampak Kenaikan Harga Daging: Antara Pedagang dan Konsumen

Kenaikan harga daging sapi ini memberikan dampak yang signifikan bagi para pedagang dan konsumen di Pasar Cibinong. Bagi pedagang, kenaikan harga berarti berkurangnya keuntungan dan potensi kehilangan pelanggan. Mereka harus menghadapi keluhan dari pembeli dan berusaha untuk tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Sementara itu, bagi konsumen, kenaikan harga daging berarti beban pengeluaran yang lebih besar. Mereka harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan sumber protein hewani yang penting bagi kesehatan. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, di mana mereka mungkin akan mengurangi frekuensi pembelian daging atau beralih ke sumber protein lain yang lebih murah.

Kenaikan harga daging sapi di Pasar Cibinong ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, agar para pedagang dapat menjalankan usahanya dengan tenang dan konsumen tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Share

Explore more

Lifestyle

Disney+ Gemparkan 2026! Drakor Terbaru Dibintangi IU Hingga Shin Min Ah Siap Hiasi Layar Anda

EventBogor.com – Tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun yang gemilang bagi para penggemar drama Korea di seluruh dunia. Kabar gembira datang dari Disney+,...

Related Articles
News

Gizi Anak Sekolah Rumpin Melejit! Yayasan Luncurkan Program Super, Karyawan Warga Lokal!

EventBogor.com – Kabar gembira datang dari pelosok Kabupaten Bogor! Yayasan Juariyah Kusuma...

News

CFD Bogor ‘Libur’ Selama Ramadan! Jalan Tegar Beriman Jadi Surga Belanja?

EventBogor.com – Kabar gembira sekaligus perubahan menarik datang dari Kabupaten Bogor. Pemerintah...

News

Bogor & Jabar Bersatu! Sampah Jadi Listrik, Masa Depan Bersih di Depan Mata?

EventBogor.com – Kabar gembira datang dari Jawa Barat! Sebuah kolaborasi monumental terjalin...

News

Kabupaten Bogor ‘Darurat’ Korupsi? LBH Bongkar Borok Tata Kelola Anggaran!

EventBogor.com – Suara lantang menggema dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Kajian...