EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Kamis pagi, 29 Januari 2026. Hujan deras mengguyur sejak dini hari, menyebabkan genangan air yang tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga melumpuhkan sebagian layanan transportasi publik andalan ibu kota, Transjakarta. Dampaknya terasa langsung, dengan puluhan rute mengalami pengalihan, perpendekan lintasan, bahkan pemberhentian operasional sementara. Kondisi ini menjadi pengingat pahit akan kerentanan kota metropolitan ini terhadap bencana hidrometeorologi.
Banjir memang menjadi momok yang tak asing bagi warga Jakarta. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, potensi banjir selalu mengintai. Kali ini, curah hujan yang ekstrem memicu genangan di berbagai titik, menghambat laju bus Transjakarta dan memaksa operator mengambil langkah-langkah darurat demi keselamatan penumpang dan armada. Peristiwa ini bukan hanya sekadar gangguan transportasi, tetapi juga cerminan dari tantangan pengelolaan kota yang kompleks dan rentan terhadap perubahan iklim.
Rute Transjakarta Terimbas Banjir: Penyesuaian dan Penghentian Layanan
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa sebanyak 28 rute Transjakarta mengalami penyesuaian layanan akibat banjir. Penyesuaian ini meliputi pengalihan rute, perpendekan lintasan, dan bahkan penghentian operasional sementara pada beberapa rute. “Penyesuaian layanan dilakukan demi keamanan dan keselamatan pelanggan serta armada,” ujar Ayu dalam keterangan resminya. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap situasi darurat, dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.
Dari 28 rute yang terdampak, 22 di antaranya langsung terpengaruh oleh genangan banjir. Kerugian yang dialami masyarakat tidak hanya terbatas pada keterlambatan atau ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan aktivitas ekonomi. Keterlambatan transportasi dapat menyebabkan hilangnya waktu kerja, penundaan pertemuan penting, dan kesulitan mengakses layanan publik. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran transportasi publik dalam kehidupan sehari-hari warga Jakarta.
Rincian Rute Terdampak: Dari BRT hingga Mikrotrans
Dampak banjir pada layanan Transjakarta sangat luas, melibatkan berbagai jenis layanan, mulai dari Bus Rapid Transit (BRT) hingga Mikrotrans. Berikut adalah rincian rute yang mengalami penyesuaian layanan:
- BRT: Koridor 10 rute PGC 2–Tanjung Priok mengalami pengalihan rute.
- Angkutan Umum Integrasi: Rute 1M Blok M–Meruya dan 3E Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan juga mengalami pengalihan.
- Mikrotrans: Dampak paling signifikan dirasakan pada layanan Mikrotrans, dengan banyak rute yang harus dialihkan atau mengalami perubahan operasional. Beberapa rute yang terdampak antara lain JAK.02 Kampung Melayu–Duren Sawit, JAK.05 Semper–Rorotan, JAK.08 Roxy–Bendungan Hilir, JAK.09 Roxy–Karet, JAK.118 Taman Papanggo–Kota Tua, JAK.30 Meruya–Citraland, JAK.37 Cililitan–Condet, JAK.50 Kalideres–Puri Kembangan, dan JAK.90 Terminal Tanjung Priok–Rusun Kemayoran.
Selain pengalihan, beberapa rute Mikrotrans mengalami perpendekan lintasan, seperti JAK.22 Dwikora–Penas Kalimalang, JAK.40 Pulogebang–Pasar Modern, dan JAK.85 Bintara–Cipinang Indah. Bahkan, satu rute, yaitu JAK.112 Terminal Tanah Merah–Pulogadung, terpaksa dihentikan sementara operasionalnya karena genangan yang cukup parah. Hal ini mencerminkan betapa parahnya dampak banjir terhadap infrastruktur dan layanan transportasi di Jakarta.
Situasi ini menggarisbawahi pentingnya upaya mitigasi banjir yang komprehensif, mulai dari perbaikan sistem drainase, peningkatan kapasitas sungai, hingga penataan ruang yang berkelanjutan. Selain itu, diperlukan juga perencanaan transportasi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, termasuk pengembangan rute alternatif dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.