EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk isu korupsi, kabar dari Tangerang Selatan datang dengan nada menyegarkan. Kapolres AKBP Boy Jumalolo menunjukkan komitmen yang patut diacungi jempol. Beliau melaporkan gratifikasi berupa iPhone 17 Pro Max ke KPK. Sebuah langkah yang tak hanya mematuhi aturan, tetapi juga mengirimkan pesan kuat: integritas adalah fondasi utama.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Bayangkan, Anda menerima hadiah mewah. Apakah Anda langsung melapor ke pihak berwenang? Mungkin tidak semua orang melakukannya. Inilah yang membuat langkah Kapolres Boy begitu signifikan. Di saat kepercayaan publik terhadap institusi kerap diuji, tindakan konkret seperti ini menjadi oase. Ini bukan hanya tentang sebuah handphone canggih, tetapi tentang membangun budaya bersih dari dalam.
Apa Artinya Bagi Kita?
Dampak dari pelaporan ini sangat luas. Pertama, ini adalah contoh nyata bagi anggota kepolisian lainnya. Bahwa gratifikasi, sekecil apapun, harus ditindaklanjuti sesuai aturan. Kedua, ini mengirimkan sinyal kuat kepada masyarakat. Bahwa Polri, diwakili oleh Kapolres Tangsel, serius dalam memberantas korupsi. Ketiga, ini mendorong transparansi. Kita jadi tahu, barang yang diterima pejabat publik, statusnya jelas: milik negara. Sebuah pelajaran berharga tentang akuntabilitas.
iPhone Milik Negara: Sebuah Simbol
iPhone 17 Pro Max yang dilaporkan kini berstatus milik negara. Tongkat Kapolres dikelola oleh instansi. Ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah simbol. Simbol bahwa hadiah yang diterima karena jabatan, bukanlah hak pribadi. Ini adalah penegasan bahwa kepentingan negara harus selalu di atas segalanya. Keputusan KPK ini, tertuang dalam Keputusan Pimpinan KPK Nomor 209 Tahun 2026, bukan hanya sebuah dokumen. Ini adalah bukti bahwa hukum ditegakkan.
Latar Belakang yang Perlu Diketahui
Pelaporan gratifikasi ini didasarkan pada Pasal 12C Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang mewajibkan pelaporan gratifikasi paling lambat 30 hari kerja setelah diterima. Langkah Kapolres Tangsel ini, bukan hanya memenuhi kewajiban hukum. Lebih dari itu, beliau menunjukkan teladan. Beliau menegaskan bahwa penegakan hukum dimulai dari diri sendiri.
Menjaga Kepercayaan Publik
“Pelaporan ini adalah wujud komitmen kami dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi, khususnya gratifikasi, serta untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujar Kapolres Boy. Kalimat ini bukan hanya kata-kata. Ini adalah janji. Janji yang harus terus diwujudkan. Sebab, kepercayaan adalah aset paling berharga dalam pemerintahan.
Refleksi Akhir
Akankah langkah ini menjadi tren positif? Mungkinkah lebih banyak pejabat publik yang tergerak untuk melakukan hal serupa? Satu hal yang pasti, keberanian Kapolres Tangsel patut diapresiasi. Ini adalah langkah kecil, namun berdampak besar. Sebuah pengingat bahwa perubahan dimulai dari tindakan nyata.